Dawning Day: A Tale of The Dreamers



  • Dawning Day: A Tale of The Dreamers


    (Rekah Fajar: Kisah tentang Para Pemimpi)


    Kembali ingin menulis tentang dunia travian setelah tulisan sebelumnya di Lil Happy Family: A Deja Vu yang berkisah tentang ts3 ss7.
    Kali ini, mengambil setting di ts1 ss8 yang baru berakhir. Berusaha menggunakan gaya penulisan yang baru, setiap masukan baik berupa saran, kritik, maupun tambahan ide cerita dari para pelaku untuk penulisan lanjutan novel ini akan sangat phi apresiasi :)


    Seperti perkataan Aladdin Zackaria, "Darkness is the birth of a new dawn, it must be celebrated, not feared." Kegelapan adalah lahirnya fajar baru, yang mestinya dirayakan, bukan malah ditakuti. Kisah ini tentang para pemimpi yang terus menjaga mimpi-mimpinya hingga akhir dan fajar merekah dengan cahayanya yang indah, meski sebelumnya gelap dan bayang menghantui mereka.


    Tulisan ini phi persembahkan untuk teman-teman di SS, juga teman-teman di Alpha. Juga, phi persembahkan buat Alvin (Skywalker), Raja Jocker, Handy, dan teman-teman penulis lainnya, agar tak berhenti menulis, dan mulai menulis -jika belum.


    Phi akan berusaha update tulisan ini setidaknya tiga hari sekali. Harap bersabar karena sudut pandang yang berbeda daripada tulisan pertama membuat waktu pengumpulan bahan dan acc narasumber jadi lebih lama. Dan meski gaya penulisan berbeda, sebenarnya tulisan ini masih bisa dibaca seperti tulisan pertama (Lil Happy Family), di mana ibarat serial, tiap chapter sebenarnya memiliki ceritanya sendiri.


    - Prolog
    - 1. Here Where The Dreams Began
    Part one. The King, The Princes, and The Knights
    Part two. In Dreams, We're Equal
    - 2. In Dreams Begin Responsibilities
    Part one. Ketika Sang Raja Pergi
    Part two. Ksatria dan Pangeran yang Terluka
    Part three. This is Narnia
    - 3. Chronicle of Love in The Wartime
    Part one. Anything is Fair in Love and War
    Part two. Ada Apa dengan Cintaku

    "The most blessed leader is one who loves the people, and -in return, they love him" (Mohammad PBUH)


    If ur depressed ur living in the past. If ur anxious ur living in the future. If ur at peace ur living in the present" (LaoTzu)


    https://wbb.forum.travian.com/…p?user/45099-swann/#about

    Post was edited 14 times, last by Xaviera: pengantar dan chapter baru ().

  • Prolog


    Pagi yang cerah. Matahari belum lagi sepenggalah naik. Semburat keemasan membayang di horizon timur, memberi kehangatan yang menyaksikan momen indah itu. Pagi nan tenang, namun tidak di desa tempat sebuah mahakarya keajaiban dunia kerajaan Animal dibangun. Tukang kayu, tukang bangunan, dan mandor sibuk bekerja 24 jam mengejar tenggat waktu proyek besar tersebut. Suara batu dipecah, disusun, tanah liat dituang, ditimpali suara kayu yang tengah dipotong dan denting besi beradu. Seolah tak mau kalah, suara para mandor meneriaki para tukang memastikan semua dikerjakan sesuai rencana pembangunan. Tak kalah sibuknya di pasar desa, para pedagang memastikan aliran semua sumber daya yang dibutuhkan memenuhi gudang dan lumbung besar sesuai kebutuhan.


    Di tengah hiruk pikuk ribuan orang tersebut, terlihat seseorang berkeliling menunggangi kudanya, mengamati proyek pembangunan keajaiban dunia tersebut. Dilihat dari corak jubahnya yang mewah, berbahan tebal dan halus, harum, dan nyaris tanpa kerutan, mudah disimpulkan bahwa dia adalah Pangeran kerajaan.


    “Selamat pagi, Deka, saudaraku,” sambut seseorang dengan penampilan dan wajah sama persis dengan sang penunggang kuda, mengesankan keduanya adalah saudara kembar, hanya saja lebih banyak kerutan di pakaian orang kedua itu yang menunjukkan bahwa orang kedua ini lebih sering berada di lokasi proyek setiap harinya.


    Pangeran Deka pun menghampiri sumber suara lalu turun dari kudanya, memeluk orang yang menyapanya. “Bagaimana perkembangan pembangunan proyek besar kita Bobi, saudaraku?” tanyanya.


    Pangeran Bobi tersenyum. “Pembangunan telah mencapai 97 persen, Dek. Sebentar lagi kita akan melanjutkan ke tahap ke-98. Seluruh sumber daya yang dibutuhkan telah siap.”
    Pangeran Deka tersenyum puas. “Terima kasih Bob, kau benar-benar bisa aku andalkan.”
    Setelah berbincang sebentar mengenai keluarga dan perkembangan kabar kerajaan, Pangeran Deka kembali berkeliling area proyek, sementara Pangeran Bobi memerintahkan pembangunan keajaiban dunia ke tingkat 98.


    Keriuhan selanjutnya adalah suara kayu, tanah liat, dan besi dikeluarkan dari gudang, dipindahkan ke lokasi proyek. Gandum pun dikeluarkan dari lumbung besar, yang segera disambut oleh para koki yang akan memasak makanan bagi para pekerja.


    Pangeran Deka menyaksikan dalam sekejap mata hampir seluruh isi gudang telah dikosongkan. Dan demi melihat bahwa sama sekali tidak ada besi tersisa di gudang berkapasitas 1 juta unit tersebut, tiba-tiba sebuah kekhawatiran menyeruak di benak Pangeran Deka. Bergegas dipacunya kudanya meninggalkan area pembangunan, kembali ke arah istana.


    Memasuki gerbang pertama kompleks istana, dia tidak memacu kudanya lurus ke istananya, melainkan berbelok ke kiri lalu mengikuti tangga batu yang mengarahkannya ke sebuah kastil kecil di bukit, agak jauh di belakang istana. Dia tahu pasti pada jam seperti itu, orang yang ia cari pasti tengah berada di kastil utama kesayangannya untuk menikmati matahari terbit. Dan benarlah, perempuan pecinta cahaya matahari pagi itu tengah bercengkerama dengan tanaman bunga di depan kastil “New Dawn” miliknya.


    “Budhe,” sapa Pangeran Deka setelah turun dan menambatkan kudanya.
    Yang disapa dengan panggilan ‘budhe’ itu adalah bibi sang pangeran, dan tak lain adalah ibu suri kerajaan. Perempuan itu menghentikan aktivitas merawat tanaman bunganya, lantas menghampiri pangeran Deka. Matanya menangkap kekhawatiran yang terpancar dari tatapan sang Pangeran.


    “Pangeran, ada ‘wigati’ apakah gerangan sepagi ini sudah sampai ke kastil New Dawn ini?”
    “Ini Budhe,” papar Pangeran Deka. “Tadi aku melihat bahwa untuk menaikkan keajaiban dunia kita ke level 98, besi sebanyak sejuta unit telah habis terkuras. Aku khawatir gudang kita tidak memadai untuk menyelesaikan proyek keajaiban dunia kita hingga seratus persen. Perlukah kita tingkatkan kapasitas gudang kita di sana Budhe?”


    “Oh, itu…” Ibu suri pun tersenyum. “Sebentar…”
    Dipersilakannya Pangeran Deka duduk di serambi kastilnya, dan ia pun masuk mengambil sesuatu dari perpustakaan pribadinya.
    “Ini pangeran,” Ibu suri membuka gulungan berisi rancangan pembangunan keajaiban dunia, lengkap dengan informasi seluruh sumber daya dan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pembangunan di tiap tahapannya.


    “Oh jadi hingga selesai sempurna keajaiban dunia ini, tidak akan bertambah lagi kebutuhan besinya hingga melebihi sejuta ya Budhe… Begitupun sumber daya yang lain, kebutuhan terbesarnya pas sejuta sumber daya rupanya…” Pangeran Deka menyimpulkan.
    “Benar, Pangeran,” jawab Ibu suri seraya tersenyum.


    Setelah berterima kasih, Pangeran Deka pamit meninggalkan kastil ‘New Dawn’ untuk kembali ke kompleks utama Istana kerajaan Animal. Sementara Ibu suri, kembali duduk di serambinya, membaca gulungan naskah lain yang tadi juga diambilnya dari pustaka pribadinya.



    Ibu Suri masih membaca gulungan naskah kedua tersebut sambil mencoretkan beberapa catatan kecil di dalamnya, ketika seorang dengan penampilan seperti Pangeran Deka mengunjunginya. Hanya saja, wajah dan perawakannya mengesankan bahwa pangeran satu ini lebih muda dari Pangeran Deka.


    “Selamat datang, Pangeran William,” sapa Ibu suri.
    Pangeran William tersenyum dan menyapa Ibu suri. “Bu, ada yang ingin saya tanyakan,” ujarnya kemudian. Tak seperti kakaknya, Pangeran William lebih memilih memanggil ‘Ibu’ ke Ibu suri.
    “Silakan, Pangeran…”


    “Bu, berapa sumber daya yang kita butuhkan untuk membangun keajaiban dunia kita hingga paripurna? Tadi saya lihat sejuta unit besi hanya cukup untuk menaikkan ke tahapan ke-98 sekarang ini…”


    Ibu suri berusaha menahan tawa. Kalau saja tidak ada tradisi kerajaan yang membatasinya, ingin rasanya ia tertawa lepas sambil mengucak kepala Pangeran William. ‘Ah, kalian anak muda, hilang ke mana kebiasaan membaca kalian?” keluhnya. “All what you need is just reading…”
    Sambil tersenyum dibukanya kembali gulungan naskah pertama dan ia tunjukkan ke Pangeran William.


    “Pangeran, bukankan salinan gulungan ini sudah dimiliki oleh ketiga pangeran, putri Alin, beserta Jendral Minsi yang terlibat dalam pembangunan keajaiban dunia ini?” tanya ibu suri yang segera dijawab dengan dipamerkannya deretan gigi sang pangeran. Kali ini, ibu suri tak mampu lagi menahan tawanya, dan tertawa bersamalah mereka berdua pada akhirnya.



    Setelah Pangeran William pergi, ibu suri kembali duduk di serambinya. Ia teringat perkataan Pangeran Deka sebelum ia kembali ke istana pagi tadi.


    “Budhe, selama ini aku selalu mengikuti naluriku. Dan baru kali ini ternyata naluriku salah…”
    Ibu suri menatap wajah Pangeran Deka, mencoba mencari interpretasi kalimatnya barusan.
    “Maksudku, ketika aku berpikir bahwa kita akan menang, maka biasanya yang terjadi memang kemenangan. Dan kadang aku merasa bahwa banyak tanda menunjukkan bahwa kita akan kalah, maka setidaknya kita bisa lebih siap menghadapi kekalahan yang kita dapatkan sesudahnya,” papar Pangeran Deka. “Tapi baru kali ini, Budhe, naluriku mengatakan kita akan kalah, tapi ternyata malah menang…”


    Ibu suri tersenyum. Kerajaan Animal yang tengah membangun keajaiban dunianya bersama sekutunya, Squadron Selatan, memang hampir dipastikan akan berhasil menyelesaikan keajaiban dunianya tanpa ada hambatan berarti dari saingannya, kerajaan-kerajaan yang tergabung dalam Aliansi Alpha. Gulungan naskah berisi daftar kekuatan lawan yang disusun oleh seorang anggota polisi militer kerajaan memastikan tidak ada kekuatan lagi yang berpotensi besar menggagalkan selesainya keajaiban dunia ini dibangun.


    Tapi ia tetap membangun kewaspadaan. Gulungan naskah yang tengah ia beri coretan-coretan kecil adalah peta kekuatan aliansi kerajaan-kerajaan yang tergabung dalam Squadron Selatan, yang akan digunakan untuk menyusun rencana peperangan terakhir melawan aliansi Alpha.


    “Pangeran, ingatkah dirimu ketika di awal perjalanan kerajaan ini bersama para sekutunya, seorang penyair pengelana mengolok-olok aliansi ini sebagai pemimpi?” tanya ibu suri.
    “Ya Budhe, memang layak kita disebut pemimpi saat itu, mengingat peta kekuatan yang sangat tak berimbang di masa-masa awal,” sahut Pangeran Deka.
    “Oh, bukankah sampai saat ini pun kita masih berperan sebagai pemimpi?” Ibu suri mengingatkan.


    Pangeran Deka terhenyak. Sesaat ia tak memahami maksud perkataan ibu suri. Tapi kemudian ia tersenyum. Tidak ada yang luar biasa dari kerajaan Animal dan Squadron Selatan. Dirinya, Bobi saudara kembarnya, William si bungsu di keluarganya, beserta seluruh sahabat dan orang-orang yang berjuang bersamanya, sama sekali bukan makhluk dengan kekuatan super untuk memenangi persaingan dunia dalam membangun keajaiban dunia.
    “Benar, Budhe,” ujar Pangeran Deka akhirnya. “Tapi justru mimpi yang kita punya itulah, yang membawa kita semua sampai ke sini…”
    Pangeran Deka menghela nafas. Pandangannya menerawang. Dia masih ingat benar ketika semua mimpi-mimpi ini berawal…




    ps. yang dimaksud dengan gulungan berisi rancangan pembangunan keajaiban dunia sebenarnya spreadsheet pengembangan dari tabel di http://travian.kirilloid/build.php#b=40&mb=20&s=1.44&n

    "The most blessed leader is one who loves the people, and -in return, they love him" (Mohammad PBUH)


    If ur depressed ur living in the past. If ur anxious ur living in the future. If ur at peace ur living in the present" (LaoTzu)


    https://wbb.forum.travian.com/…p?user/45099-swann/#about

    Post was edited 5 times, last by swann: mention minsi from the beginning, add the table ().

  • Hahaha.... Nice story! Ditunggu kelanjutannya


    siappp...


    ga akan ada kelanjutan, hahahahahahah
    Bu dokterrrrrrr.. apa kabarrr
    hahahhahahaha


    ngggg... cuma pingin jadi penulis aja koq lik, pasca ts1 selesai. dirimu ngapain masi berkeliaran juga?


    Ada lha...
    Kan itu sudah dibuatin ma Mak Phi
    Ditunggu Mak next storynya


    :)

  • 1. Here Where The Dreams Began

    Part One. The King, The Princes, and The Knights


    Travian land selalu menjadi tanah baru yang terbentang menjanjikan sejuta mimpi bagi yang mendatanginya. Setiap kali penyair pengelana mengabarkan ada tanah baru travian dibentangkan, berduyun-duyun orang bermigrasi mengisinya. Sebagian membawa mimpi memberikan yang terbaik bagi timnya, sebagian yang lain berharap sekedar mendapat tontonan dan cerita seru. Mimpi pribadi demi seonggok medali, ranking, atau pride dan ego pribadi, terselip di tengah misi pribadi yang lainnya. Ada yang sekedar ingin berehat, ada yang ingin mencari uang dan keuntungan materi lainnya, atau sekedar coba2 bermimpi bakal bertemu jodoh di sana.


    Begitu pun tahun itu. Sebuah travian land kembali dibentangkan. King BOB adalah salah satu di antara ratusan orang yang bermimpi mengulang kembali kejayaan yang pernah diperolehnya dua tahun sebelumnya. Bersama pengikutnya yang memperjuangkan kebebasan (baca: FREEDOM), mereka bedol desa ke tanah baru itu.


    Di antara rombongan tsb, ada Pangeran Bogi, yang dulu pernah menjadi lawan king BOB tapi belakangan menjadi anak angkat king BOB yang bahkan menggantikan posisinya memimpin para pejuang FREEDOM tatkala king BOB menghilang. Di tanah baru ini, dia hanya bermimpi menjadi petani, dengan menggarap kebun luas miliknya. Namun apa daya, kisah cinta masa lalunya yang gagal terajut bersama seorang penyihir cantik, ternyata menyisakan luka mendalam di hati sang penyihir cantik. Ia pun mengutuk Pangeran Bogi, bahwa apapun yang ia tanam tidak akan pernah berbuah manis. Maka seberapa besar pun usaha Pangeran Bogi mengolah kebunnya, sejauh mata memandang hanya APEL BERBULU yang bisa ia petik.⁠⁠⁠⁠


    ...


    Di tanah barat daya itu pula, terlihat rombongan lain juga berbaris di samping para pejuang FREEDOM. Rombongan yang dipimpin Pangeran Deka adalah pasukan IRON Knight yang dikenal kompak di era sebelumnya. Pangeran Deka dan saudara kembarnya, Pangeran Bobi, adalah pemburu sekaligus pengoleksi binatang. Dalam sekejap mata, tanah barat daya menjadi wahana berburu mereka, lalu mereka koleksi binatang2 hasil buruan mereka di istana ANIMAL mereka.


    Pangeran William, adik bungsu mereka, adalah superguard, penjaga yang telaten bagi keamanan istana dan tim tersebut, sehingga dijuluki SUPERDEWO di keluarga tersebut.


    ...


    Sementara itu, jauh dari hiruk pikuk dan gemerlapnya istana FREEDOM dan IRON, tiga orang saudara kembar memilih membangun sebuah rumah sederhana di kampung kecil, di barat daya juga. Mereka bertiga sebenarnya Pangeran juga, jika dirunut mereka masih keturunan jauh dari Shrek The Third dari kerajaan Far Far Away. Mereka menjauh dari istana dan memilih jalan hidup sebagai ksatria. Tapi tak tinggal di rawa, karena setelah beberapa generasi dan menikah dengan manusia, mereka sudah tak lagi menjadi ogre.


    Seperti halnya 3 anak kembar Shrek dan Princess Fiona (Fergus, Farkle, dan Felicia), nama mereka pun berawalan huruf F dan dikenal sebagai triple F. Merekalah ksatria Fajar, Ferdian, dan Freddy.⁠⁠⁠⁠


    F2 (Ferdian aka Atenk) adalah ksatria yang telah mengikuti banyak pertempuran, berdiri di sisi para raja dan pangeran yang menurutnya layak dibela. Pernah ia berdiri di sisi Pangeran Bogi turut memperjuangkan FREEDOM dua tahun sebelumnya. Pernah pula di era yang lain ia berjuang di sisi Pangeran Deka. Persahabatan baiknya dengan kedua Pangeran membuatnya mantap mengajak kedua saudara kembarnya ikut hijrah ke barat daya travian land itu.


    Setelah pondok kecil mereka selesai dibangun, tiba2 F1 (Fajar aka Gemblong) teringat akan sesuatu.


    "Mak," panggilnya. Ia memanggil ibunya dengan panggilan emak, sesederhana panggilan orang kampung lainnya. "Sekali ini, maukah Mak menemani anak-anakmu di petualangan baru ini?"
    Terbayang di benaknya, belum pernah ia mengajak emaknya bertualang bersama. Lebih sering mereka membiarkannya sendirian menanggung sakit dan kerinduan ditinggal anak-anaknya.


    Sang emak tersenyum. "Tapi aku sudah tua," kilahnya.
    "Tak apa Mak..." Fajar berusaha meyakinkan.
    "Baiklah," ujar sang emak akhirnya. "Biar aku jadi penjaga rumah kalian saja sewaktu-waktu kalian pergi berperang, dan memasak untuk kalian sewaktu kalian di rumah..."
    "Terima kasih Mak," seru Fajar sambil memeluk sang emak lalu mengecup keningnya dengan gembira.


    Dan sang emak pun ikut hijrah ke kampung kecil bersama ketiga anak kembarnya. Karena pondok kecil mereka yang terpencil dan jauh dari peradaban kerajaan, mereka pun harus mulai bersahabat dengan para makhluk halus yg lebih dulu mendiami hutan tersebut. Jadilah mereka penguasa alam GAIB di daerah itu.


    "Aku cuma minta satu hal, anakku," pinta sang emak ketika melihat ada yang kurang dari rumah mereka. "Buatkan pondok untukku di samping rumah kalian. Pondok itu harus menghadap matahari terbit, karena aku menyukai merekahnya fajar di PAGI hari..."
    "Apapun untukmu, Mak," sahut Fajar sambil kembali merengkuh bahu sang emak.⁠⁠⁠⁠


    ...

    "The most blessed leader is one who loves the people, and -in return, they love him" (Mohammad PBUH)


    If ur depressed ur living in the past. If ur anxious ur living in the future. If ur at peace ur living in the present" (LaoTzu)


    https://wbb.forum.travian.com/…p?user/45099-swann/#about

    Post was edited 2 times, last by swann: change title ().

  • Ninggalin jejak ah, lanjut mak....
    Sial ane d kutuk ma penyihir,,,untung cantik penyihirnya, klo jelek ane pasti kutuk balik...wkwkwkwkwk


    LW - UNF - WFF - Penguins - MK - [AKR] - TEAM - SC - NG - LEAD - RvN - SS

  • yeyyyy.. rodo apik lah julukanku saiki...
    tengkyu makkkk... :*


    turuo,jar...wkwkwkwkwkwk

    dimana bumi ane pijak... disitu pula biasanya ane ikut numpang


    [


    tapi tergantung temen2nya juga,sih


    opah - haho -tes - pocong - sempak teles - GAIB(gagal) - nunggu ts5

  • 1. Here Where The Dreams Began

    Part Two. In Dreams We’re Equal


    Ketika Travian Land diproklamirkan, Travian Dream dirumuskan sebagai sebuah kondisi ideal bahwa setiap warga negara memiliki peluang yang sama untuk mencapai kesuksesan dan kemakmuran melalui kerja keras, tekad, dan inisiatif mereka. Itulah yang membuat bukan hanya raja-raja, para pangeran, maupun ksatria yang berhijrah ke negeri itu demi menggenggam mimpi-mimpi mereka.


    Tersebutlah seorang saudagar kaya bernama WANGZ yang berusaha membangun kerajaan bisnisnya di barat daya. Ada pula DENZEL, seorang pria sederhana yang datang seorang diri untuk siap membangun persahabatan dan pertentanggaan yang baik dengan teman-teman baru di tanah itu.


    Hampir sama seperti Anthony. Pria muda yang belum cukup berpengalaman menjelajah Travian Land ini menapakkan kakinya di barat laut. Masih cukup buta dengan dunia yang akan ia hadapi, ia mempercayakan arah perjalanannya pada insting Jack, sahabatnya yang telah lebih dulu malang melintang dalam menjelajahi Travian Land. Dan karena niat awalnya menjajaki dunia travian sekedar untuk bersantai, ia pun membangun villa DUBNATION, berharap teman-teman yang bersorak untuk Golden State Warriors di kehidupan lainnya, juga teman-teman barunya nanti dapat singgah di villanya yang nyaman.


    Adapun Jack, menapaki tanah baru itu dibayangi akan pengkhianatan seorang teman yang membelot ke pihak lawan ketika perjuangan menemui masa sulit di era sebelumnya. Ia pun memilih TRAITOR sebagai titelnya, sebagai pengingat baginya dan kawan-kawan barunya nanti, bahwa ia tidak akan pernah memaafkan karakter tersebut.



    Di tengah banyaknya gelombang imigran pria yang memasuki Travian Land, seorang wanita dengan gaun sutra halus bermotif brokat warna emas terlihat menaiki kudanya dengan percaya diri. Punggungnya tegak, tatapannya tajam, dagunya sedikit terangkat. Dan dari cara berbicaranya dengan para pengiring di samping kanan kirinya yang tegas, pemilihan kata yang rapi dan bahasanya yang tinggi, sedikit terdengar bossy, jelaslah ia seorang putri bangsawan yang tahu betul bagaimana menempatkan dirinya untuk mendapat respek orang lain di sekitarnya.


    Dalam benak putri bangsawan tersebut terngiang satu pesan ayahnya sebelum ia berangkat ke Travian Land. ‘Putriku, kemuliaan dan kebangsawanan ini harus dipertahankan. Pilihlah orang terdekatmu dengan ketat, dan dapatkan hati mereka yang berada di bawahmu agar nama keluarga kita jaya…’


    Dia telah berangkat ditemani prajurit pengiring terbaik pilihan ayahnya. Ia pun siap untuk membangun kekuatan lebih besar bersama prajurit-prajurit baru yang nanti akan ia jumpai. Meski tak bisa membohongi hatinya, terselip pula satu mimpinya, untuk bisa bertemu dengan Prince Charming di tanah travian itu. Pangeran gagah dengan kuda putihnya, yang ia harap akan berkuda di sampingnya, menemaninya membangun kekuasaannya.


    “Princess Merchily,” panggilan pengawalnya membuyarkan lamunannya. “Kita sudah sampai, Milady…”
    “Oh,” Sang Putri tersadar. “Terima kasih, Panglima Double…”


    Sang Putri pun turun dari kudanya. Ia lalu memerintahkan orang-orangnya untuk membangun kastil di lokasi yang telah dipilih. Sebuah plang nama didirikan untuk menunjukkan wilayah kekuasaan mereka. ‘Kastil NOBLE’, itu yang terpampang di plang nama tersebut.



    Jika di barat daya ada saudagar Wangz, di tenggara juga seorang saudagar mulai membangun kerajaan bisnisnya. Saudagar Hakim dengan perusahaan yang dibangunnya, Jbiw Company. Dia belum menyadari, bahwa tanah yang ia pilih bertetanggaan dengan Lord Aefond, seorang tuan tanah dengan ambisi penguasaan wilayah. Dia sama sekali tak memiliki gambaran akan bagaimana perjalanannya ke depan.


    Mimpi Lord Aefond jelas menghadapi saingan. Karena Ksatria Atsna juga memilih untuk tinggal di tenggara, yang ia anggap sebagai tanah leluhurnya. Kejayaan pernah ia raih sebelumnya, dan telah membesarkan namanya beberapa masa sebelumnya. Ketika itu, dia dan rekan-rekannya berjuang di bawah bendera South Champion bersama para pejuang FREEDOM di barat daya. Kenangan yang jelas menghadirkan mimpi untuk kembali mengulang kejayaan itu. Karenanya, sejak awal perjalanan, Ksatria Atsna dan Pangeran Bogi telah saling bergenggam tangan, berjanji untuk saling menjaga mimpi bersama.



    Sementara itu di penjuru timur laut, seorang ksatria bernama Febriano membuka lahan baru. Tak mau sendiri, ia mengajak teman-temannya untuk hijrah bersamanya. Ajakan yang segera disambut teman-temannya, membuat iring-iringan perpindahan mereka laiknya pindahnya rombongan Prabu Siliwangi dari Galuh ke Pajajaran.


    Adalah Lord Kendrick yang menyambut ajakan tersebut. Sebagai anak tertua di family DEVIL, ia mengajak seluruh adik-adiknya ikut serta bersamanya. Mereka memang tidak berniat membawa mimpi besar kembali menjadi penguasa dan terdepan membangun keajaiban dunia seperti yang pernah mereka lakukan di masa sebelumnya. Mereka hanya ingin menikmati kebersamaan keluarga mereka dan mendukung kawan baru mereka yang mereka jumpai nantinya. Satu hal yang pasti, mereka masih menyimpan kekuatan besar dalam diri mereka.


    "The most blessed leader is one who loves the people, and -in return, they love him" (Mohammad PBUH)


    If ur depressed ur living in the past. If ur anxious ur living in the future. If ur at peace ur living in the present" (LaoTzu)


    https://wbb.forum.travian.com/…p?user/45099-swann/#about

    Post was edited 1 time, last by swann ().

  • Sudah phi tambahkan bagian kedua dari chapter pertama. Masih berisi perkenalan para pemain saja sebenarnya. Itu pun tidak semuanya, sebagian nanti akan langsung tampil di chapter berikutnya. Anggaplah yang disebut di awal ini adalah main dan most recurring characternya :)


    Ninggalin jejak ah, lanjut mak....
    Sial ane d kutuk ma penyihir,,,untung cantik penyihirnya, klo jelek ane pasti kutuk balik...wkwkwkwkwk


    salah siapa milih jadi petani :p


    yeyyyy.. rodo apik lah julukanku saiki...
    tengkyu makkkk... :*


    :)


    turuo,jar...wkwkwkwkwkwk


    siggy mu knp jadi animal, long story about mas deka n emak phi gitu? #tepokjidat

  • kalau bu dokter phi yang nulis pantengin ah.. hahaha :D


    Proud to be Family Member of:


    RK | DiV | AKR | KlimaX | AKL | =MH= | RvN


    The lion and the calf shall lie down together, but the calf won't get much sleep


  • 2. In Dreams Begin Responsibilities

    Part One. Ketika Sang Raja Pergi


    Tak terasa telah sebulan lebih para pemimpi menempati travian land dan merajut cerita di dalamnya. Desa dan kota telah kian tertata dan berkembang. Pertetanggaan dan persahabatan mulai terajut di antara para pemimpi itu. Persekutuan untuk menggalang kekuatan lebih besar juga mulai terbentuk di antara mereka. Meski gesekan, perkelahian, hingga pertumpahdarahan juga tak terhindarkan ketika perebutan sumberdaya dan wilayah tak mampu dijembatani dengan kata-kata.


    Pangeran Bogi tengah sibuk dengan kebunnya pagi itu. Apel-apelnya nampak ranum, siap untuk dipetik. Dia menolehkan kepala ketika didengarnya suara langkah kaki menapaki jalan berbatu yang membelah deretan tanamannya.


    “Atenk,” serunya. “Angin apa yang membawamu kemari sepagi ini?”
    Atenk, sang ksatria F2 pun memamerkan deretan giginya. “Angin segar pagi yang mengingatkan seorang pekerja untuk melapor pada tuannya, Yang Mulia Pangeran…”
    “Shhh…” Pangeran Bogi mengacungkan telunjuknya sambil menunjukkan ekspresi ketidaksukaan.
    “Hahaha,” Atenk tertawa. Ia tahu Sang Pangeran benci dipanggil seperti itu jika bersama dengan teman-temannya. “Ok, ok Bog,” ralat Atenk. “Hanya di aula kerajaan, ok…” ia mengulang satu-satunya tempat di mana panggilan Pangeran itu diperbolehkan.


    “Teman-teman mulai mempertanyakan arah Siorai, Bog,” ujar Atenk. Kali ini mereka berdua tengah duduk di selasar samping kastil Pangeran Bogi. “Juga ketidakjelasan eksistensi King BOB…”
    Pangeran Bogi menghela nafas. Bukan kali ini saja ia tiba-tiba tertimpa beban menjadi ban serep ayah angkatnya. Dua tahun sebelumnya, ia pun merasakan hal yang sama.



    Dia beserta rekan-rekannya adalah kekuatan yang layak diperhitungkan di barat daya, yang hanya mampu diimbangi oleh pejuang Freedom yang dipimpin King BOB waktu itu. Tak mungkin ada dua kepala di satu kuadran, pertempuran pun pecah di antara kedua kekuatan besar itu. Kemenangan di tangan King BOB dan pejuang Freedom, mengokohkan supremasi Freedom atas barat daya. Mereka yang kalah, sebagian menghilang, sebagian tunduk dan bergabung di bawah bendera Freedom.


    Pangeran Bogi adalah bagian dari mereka yang berbesar hati mengakui kekalahannya, dan menyerahkan loyalitasnya kepada King BOB. Sebuah sikap ksatria yang menyentuh hati sang raja. Talenta besar yang dimiliki Pangeran Bogi sayang untuk disia-siakan, menggerakkannya untuk menempatkan sang Pangeran ke posisi terhormat di sampingnya. Mereka berjuang bersama, dan mengokohkan penguasaan mereka atas barat daya. Di akhir, bersama pasukan Ksatria Atsna di tenggara, mereka membentuk persekutuan selatan (South Champion).


    Saat itulah Sang Raja tiba-tiba menghilang tanpa kabar. Menimpakan seluruh beban pengaturan Freedom, tugas memimpin peperangan, hingga pembangunan keajaiban dunia ke pundaknya. Sang Pangeran dibantu Atenk dan para ksatria lain berhasil mengatasi hal itu, hingga keberhasilan Atsna menyelesaikan keajaiban dunia berhasil mengokohkan kemenangan persekutuan selatan.


    Jadi begitu kali ini, King BOB sekali lagi menghilang tanpa kabar, ia tak terlalu kaget. Begitupun Atenk dan para ksatria yang tergabung dalam pejuang Freedom sebelumnya. Masalahnya adalah, kali ini bukan bendera Freedom yang mereka bawa…


    Atenk adalah jembatan kata antara kedua pangeran, Bogi dan Deka. Sebuah kesepakatan yang menyelamatkan kedua pasukan dari perang saudara yang rawan akan melemahkan kekuatan barat daya di akhir nanti. Oleh King BOB, persekutuan itu dinamai ‘SIORAI’, sebuah nama bermakna ‘eternal’, menyimpan harapan akan abadinya persahabatan dan kerja sama antara mereka.


    Satu hal yang tak sepenuhnya diterima adalah mimpi besar sang raja untuk berkuasa di bawah bendera itu atas seluruh wilayah travian land. Tanpa seleksi yang ketat, sayap persekutuan mereka melebar. Bukan hanya di barat daya, Siorai juga menerima kewarganegaraan mereka yang tinggal di barat laut dan tenggara, satu hal yang juga ditentang oleh Gunkho, sang Menteri Luar Negeri. Dalam sekejap mata, warga Siorai di barat laut harus menghadapi serangan dari Vendetta yang lebih dulu mengklaim barat laut sebagai teritorinya. Padahal, di barat daya sendiri, mereka masih harus menghadapi perlawanan sengit pasukan elit Princess Merchily yang mengibarkan bendera Noble.


    Saat itulah sekali lagi sang raja tiba-tiba menghilang…



    “Kau tak perlu meragukanku barang sedikit pun, Bog,” janji Atenk. “Sesulit apapun pasti aku tetap berjuang di sampingmu demi Siorai…”
    “Aku tak meragukanmu sama sekali, Tenk. Juga teman-teman Freedom sebelumnya,” sahut Pangeran Bogi. Di benaknya, satu per satu berkelebat wajah sang menteri Gunkho, El Yusuf, Nayla, dan teman-teman seperjuangannya. Yang kita pertaruhkan di sini adalah kepercayaan Deka, juga mereka yang baru saja bergabung dengan kita,” Pangeran Bogi menambahkan.
    “Benar Bog,” Atenk membenarkan. Ia membayangkan ada Saudagar Wangz yang telah menginvestasikan modal begitu besar dan bergabung dengan Siorai, keluarga Pangeran Deka, juga dua orang ksatria yang dulu seteru mereka dan kini bergabung bersama mereka.


    “Tenk,” panggil Pangeran Bogi. “Tolong siapkan ruang pertemuan para Ksatria Meja Bundar. Kita akan bahas masa depan Siorai di sana,” pinta Pangeran Bogi.
    “Baik Bog.” Meja Bundar adalah tempat para Ksatria Freedom dulu berkumpul, membicarakan banyak hal.
    “Pastikan kedua saudara kembarmu, Deka, juga Wangz hadir di sana…”

    "The most blessed leader is one who loves the people, and -in return, they love him" (Mohammad PBUH)


    If ur depressed ur living in the past. If ur anxious ur living in the future. If ur at peace ur living in the present" (LaoTzu)


    https://wbb.forum.travian.com/…p?user/45099-swann/#about

    Post was edited 1 time, last by swann ().

  • Dear all,
    Maaf tidak bisa menyelesaikan tulisan ini karena satu chapter yang sangat ingin phi tulis masih belum mendapat konfirmasi dari pemainnya, phi benar-benar tidak berani untuk menuliskannya sebelum berhasil menghubungi ybs untuk mendapat persetujuannya. Dan itu cukup mengganggu mood untuk menyelesaikan penulisan chapter lainnya.
    Tapi bagi para pengejar mimpi di ts1 ss8 ini, phi ingin sampaikan itu adalah server terbaik bermain bersama kalian, yang tak ada satu pun yang mengedepankan ego. semoga sukses buat kalian di ts1 yg sedang berjalan :)

  • Yang mana ga bisa komen?

    idts4_FazTaRi.png


    Mataram | F1M | Giants | Tyrant | EMBER | MOM | SWR MB
    LOCK | Raven KPS | FW | U | SWAG | R2 | EVO | NKRI BH | RAP | T | HOS | Groot