Struggle of The Heart [new story]

We are testing a brand new User Interface, a new background and some other small changes on our PTRx3 gameworld! 🎨
📌 PTR is the acronym of Public Test Realm. PTRs are used to test patches before we release them to the public. Unlike standard game worlds, you’re one of the first people testing a new build which can often be unstable or otherwise non-functional. Accessing the PTR and reporting bugs is one of the biggest services you can provide ❤️

➡️ Join now ⬅️

✍️ ➡️ Give your feedback about the new User Interface
✍️ ➡️ Give your feedback about the new Backgrounds
  • Chapter 11. Ea... Ea...

    Part four. FIKES


    “Ini dengan bro siapa? Sebelumnya pernah bermain di mana saja bro? Bagaimana cara saya bisa menghubungi bro secara langsung?

    Orientasi main attack/def? Dan rencana mau settle di mana bro? Tolong berada di luar 13x13 (area radius 6petak) dari caps kaya ya...

    Untuk bergabung, silakan set sitter ke Beast, untuk dilakukan pengecekan. Tks.

    Salam, Kaya”


    Tak berapa lama setelah ia mengirim, kurir kembali membawa balasan dari si Kecoa.


    “Waduhhh… pertanyaan semua... jawab yang mana neh???

    Sudah disitter sama Beast, lantjar djaja.”


    Ruby geram dengan balasan singkat dan tak menjawab pertanyaan itu. Pantas Beast juga tak sreg setelah mengecek orang ini, pikirnya. Ia minta kurir menunggunya menulis balasan.


    “Ini dengan bro siapa? Sebelumnya pernah bermain di mana saja bro? Bagaimana cara saya bisa menghubungi bro secara langsung?

    Pertanyaan-pertanyaan itu yang saya minta tolong dijawab bro…”


    Baru saja Ruby hendak mengangsurkan kertas balasan itu pada kurir, sudut matanya menangkap aktivitas bongkar muat gerobak imigran tak jauh dari ladangnya. Satu kastil baru berdiri, hanya berjarak empat petak dari ladangnya. Tertulis di gerbang kastil baru itu, “Kecoa, Aliansi RED|EA, desa baru.”


    “Kurang ajaaarrrr!!!” teriak Ruby seketika, hingga sang kurir tersentak kaget.


    “Nona baik-baik saja?” tanya sang kurir, sembari memastikan apakah surat yang Ruby tulis barusan telah siap dikirimkan.


    “Tunggu sebentar,” Ruby urung mengangsurkan surat yang baru saja ia tulis. Ia buka kembali kertas tersebut, ada pesan yang ia rasa perlu ditambahkan. Digenggamnya penanya kuat-kuat, giginya bergemeretak menahan geram. Ia siap menumpahkan kemarahannya pada orang tak sopan yang telah ia pesan untuk menjauh dari 13*13 nya namun tiba-tiba menempati personal space-nya tanpa pemberitahuan.


    'Tenang Ruby, tenang…’ akal sehatnya membisikkan kalimat itu, membangkitkan kembali kesadarannya. 'Ruby, kamu adalah internal manager, tugasmu menyelesaikan sengketa-sengketa semacam ini di tengah anggotamu. Jika kau libatkan emosimu di sini, maka ini adalah sengketa pribadimu dengan tetangga barumu. Jika demikian, kamu pun harus menarik diri dari kasus ini, karena tak mungkin kamu bisa tetap bersikap objektif sebagai internal manager di sini…’ Ruby pun menghela nafas perlahan. Diletakkan kembali penanya, ia menata kembali hatinya.


    “...dan bro berada di 13x13 capital saya, jadi saya berharap komunikasi bisa lancar antara kita ke depannya.

    Salam,

    Ruby”


    Akhirnya itu yang Ruby tulis. Dilipatnya surat tersebut lantas ia serahkan pada sang kurir. Begitu sang kurir berlalu, berkelebat di pikirannya daftar pelanggaran personal space yang sudah EA buat. Setelah 13*13 Beast, sunset, Syaf, kini kaya. Ada apa dengan EA hingga seolah menguji kesabaran tim RED, terutama dari HEA. Rasanya koq begitu sistematis yang EA lakukan untuk melemahkan teman. Ruby menghela nafas. Terpikir olehnya untuk kembali mengadu ke Ron. Niat itu belum terlaksana ketika balasan dari tetangga barunya datang tak lama kemudian.


    “Siap om,” jawab si tetangga baru dalam suratnya. “Salam kenal, saya Bulezz. Kontak-kontak aja om kalau butuh apa-apa…”


    Jawaban terbaru itu sedikit menurunkan tensi Ruby. ‘Setidaknya orang itu membuka diri’, pikir Ruby. ‘Mungkin aku hanya perlu mencoba pendekatan baru untuk mendapatkan solusi’, pikirnya lagi. Ia pun bergegas ke dapur.


    •••


    Ruby berjalan dengan ringan. Wangi tercium dari makaroni schotel di nampan yang ia bawa. Dimasukinya gerbang kastil “KECOA” yang baru saja menjadi tetangganya. Seorang pria berpenampilan jenaka menyambutnya.


    “Terima kasih… Wah, repot-repot, malah saya yang pendatang baru belum kasih apa-apa,” seru Bulezz si tetangga baru dengan nada malu ketika menerima nampan dari Ruby. “Maaf saya panggilnya om dari kemarin, ga ngira kalau kaya itu mbak-mbak,” lanjutnya lagi. Ia letakkan nampan Ruby ke mejanya. Dan ketika ia menarik tangannya, sebuah batu nampak mencolok di cincin yang melingkari jari manisnya.


    “Klawing,” gumam Ruby tanpa sadar. Cukup keras gumamannya rupanya untuk bisa didengar orang lain. Bulezz spontan tertawa.


    “Tahu aja sih mbak,” agak terkekeh Bulezz ketika berkomentar itu sambil menunjukkan cincinnya.


    Pantas saja Ruby merasa familiar dengan Bulezz. Di jamuan besar RED yang Ron adakan, hanya ada dua orang yang hadir dari EA. Satu orang yang tasnya penuh berisi snack coklat dan gemar membagi-baginya ke siapa saja, itu Timtam. Dan satu lagi yang memamerkan koleksi batu akiknya, Klawing. “Klawing itu satu sungai di Jawa Tengah, banyak batu bagus yang berasal dari sana,” papar Klawing waktu itu tanpa diminta. Klawing itu Bulezz rupanya.


    “Desa Kecoa milik Bulezz?” tanya Ruby. “Lalu Klawing?”


    “Klawing kurang bagus perkembangannya,” sahut Bulezz ringan. “Kebetulan ada teman yang berhenti bermain, desanya terlantar, tapi nampaknya lebih berprospek. Jadi saya lanjutkan saja desa Kecoa ini. Lalu daripada di Unity ga jelas, saya minta Gin masukkan saja ke EA”


    Ruby manggut-manggut. “Desa baru di sini juga arahan Gin?” selidik Ruby.


    “Nggak,” kilah Bulezz. “Saya cuma tau EA niat merapat di sentral. Ya saya ke sini saja, ladangnya bagus. Di area Natar, ngumpul dekat teman-teman. Kebetulan dekat tempat mbak juga.”


    Ruby bergumam. “Tapi ladang om cuma 9 tombak, tak terlalu luas. Oasis juga tak terlalu banyak. Dan karena sebagian oasis bersinggungan dengan area Ruby, pasti akan mengganggu perkembangan desa Om atau desa Ruby nantinya,” papar Ruby.


    “Ga pha-pha,” sahut Bulezz. “Kalau dibutuhkan, buat Kaya saja. Kecoa mungkin ga akan ambil terlalu banyak. Yang penting saya mah dekat sama teman-teman. Bukan juragan emas koq saya, hahaha…”


    Ruby geleng-geleng kepala kali ini. Orang ini benar-benar menggampangkan segalanya. Dalam bahasa pesan tertulis, itu benar-benar menyebalkan. Tapi melihat raut jenaka di wajah orang itu membuat penilaian Ruby sedikit berbeda. Sedikit optimisme muncul, setidaknya orang itu paham arah besar permainan dan memiliki inisiatif. Tak seperti kebanyakan anak EA yang setiap melangkah hanya berpedoman ‘sesuai arahan komandan Gin’.


    Ruby jadi ingat Timtam. Pemain satu itu juga cenderung independen dalam melangkah. Ladangnya bahkan ia pilih bukan di sentral, malah lebih dekat ke klaster Ron, Oyode, dan anak-anak ex Hobbit. Timtam juga begitu aktif merampok, dan terlihat paham benar arah permainan yang ia inginkan. Dan tak seperti anak-anak EA lain yang tertutup, Timtam dan Bulezz cukup bersosialisasi di ruang yang Ron buat. ‘Mereka berdua bukan dari lingkaran pertama Gin?’ Ruby bertanya-tanya dalam hati. Ia tak mau menerka-nerka lebih lanjut. Tapi tersimpan harapan besar di benaknya, untuk bisa perlahan menembus ketertutupan EA, dan mengatur area sentral dengan lebih rapi, sebagai satu tim besar RED.


    •••


    Ruby tak langsung pulang ke rumah setelah berkunjung ke tempat Bulezz. Ia mencari Adam.


    “Dam, semua anak EA itu tim lama Gin?” tanya Ruby. “Atau ada rekrutan baru?”


    “Sebagian tim lama, Mbak,” sahut Adam. “Sebagian rekrutan baru di sini.” Adam menyebutkan beberapa nama tim lama dan rekrutan baru. Bulezz dan Timtam memang teman Gin, tapi bukan tim yang sejak awal janjian membentuk Dealer. Ruby lantas menghela nafas, sebagian rekrutan baru adalah orang-orang yang sebenarnya pernah meminta bergabung ke Ron, Ruby, atau Didi, tapi tak dinilai layak. Dan Gin, tanpa berkoordinasi dengan yang lain, mengundang mereka ke EA.


    “Yang tim lama, coba Ruby tebak… Fikes?” terka Ruby.


    Adam mengangguk. “Anak-anak Fikes yang janjian untuk bersama lagi di sini menyadari ada rencana tim PB untuk membawa kembali nama ESA. Mereka keberatan dengan itu, makanya mereka usul ada nama baru. Mereka juga keberatan dengan nama Red karena Red itu identik Sulung banget, dan notabene sebagian anak Fikes adalah seteru lama Sulung. Tapi setelah duduk bareng bahas tag baru yang akhirnya tetap dengan nama Red, mereka bisa menerima juga pada akhirnya…”


    “Jadi seharusnya itu sudah tak jadi penghalang untuk bersinergi ke depannya dong…” komentar Ruby.


    “Seharusnya,” sahut Adam. “Hanya saja EA juga minta dimengerti. EA itu tipikal nya santai, jadi mereka merasa gaya mbak yang terlalu otoriter dan serius, ga masuk ke mereka…”


    “Heh?” protes Ruby. Adam nyengir.


    “Jangan salah, meski santai, mereka sebenarnya bertarget koq,” lanjut Adam lagi. “Kali ini mereka menargetkan seru-seruan di sentral.”


    “Ruby sadar itu koq,” sahut Ruby. Ia jelas memperhatikan settling anak-anak EA. “Ada rencana mengambil keajaiban dunia di sentral?”


    “Kemungkinan iya, Mbak,” jawab Adam mengambang. “Teman-teman minta pembagian tugasnya gimana Mbak. Kalau memang EA mau diarahkan di sentral, mereka siap, asalkan tim inti mereka jangan terlalu diobok-obok…”


    “Diobok-obok?” tukas Ruby.


    “Ngg…” Adam menggaruk-garuk kepalanya. “Mereka merasa dengan sitcek, pengaturan settling, dll itu mencampuri dan merugikan internal mereka…”


    “Adam, you know what?” Ruby menjajari Adam lalu membentangkan peta travian land di hadapannya. “Kalau memang EA mau fokus area sentral termasuk area Natar, itu bagus,” Ruby menunjuk area abu-abu di tengah peta dan melebar sedikit di timur laut. “Berarti nanti tinggal sisa RED diarahkan ke ww dan perifer.”


    “Hanya saja, Adam perlu ingat bahwa bicara tentang pengaturan sentral sebagai satu battle group, itu berarti juga melibatkan warga RED lain yang bukan EA yang ada di sentral. Ada Beast, Syaf, babe Didi, Dyah, dkk…” tambah Ruby. “Ini sangat butuh pengaturan agar semua potensi optimal demi kuadran. Itulah Dam, kenapa Ruby cerewet sekali soal rule settling/chiefing, dll. Kalau Ruby butuh sitcek, data, itu memang sepatutnya Dam, jangan ditafsirkan sebagai bentuk mengobok-obok…”


    Adam manggut-manggut. “Aku sih paham mbak,” ujarnya. “Aku coba komunikasikan dulu mbak. Membangun trust mereka ke mbak juga butuh waktu…”


    Ruby mengerutkan keningnya.


    “Iya,” terang Adam. “Di EA beredar isu bahwa Ruby adalah tangan tenggara, dan bermain untuk kepentingan mereka. Itu juga yang membuat anak-anak EA ga mau dengar Ruby…”


    Ruby membelalakkan matanya.


    “Jangan ke aku mbak, marahnya…” sergah Adam. “Eken dan Ron juga sudah meyakinkan mbak itu kayak gimana. Tapi EA belum kenal mbak, butuh waktu, mbak…”


    “Kamu sadar kan Dan, peran besarmu di awal untuk menyatukan PB dan Dealer seperti yang Ron bilang kan? Yang berarti sekarang untuk peleburan EA ke dalam RED sepenuhnya?” Ruby mengingatkan.


    “Sadar banget mbak,” tegas Adam. “Sejak awal aku dah bilang ke Ron, aku juga ESA koq, cuma dah telanjur janji duluan untuk bareng Gin dan tim. Aku bukannya ga berusaha mbak, untuk satukan, tapi karakter teman-teman di EA ga segampang itu didikte harus begini dan begitu. Ron berulang kali menuding EA sebagai aliansi di dalam aliansi, tak bisa diatur, dan itu salahku?” protes Adam. “Dan puncaknya Ron mengusirku dari ruang besar ESA. Aku harus bagaimana mbak? Kalau memang usahaku tak dianggap, dan EA akan pecah perang dengan RED, aku lebih baik jadi pertama yang evaporate. Tak sanggup aku berada di tengah perang kedua keluargaku…”


    Ruby menghela nafas. Adam mengingatkannya pada sosok Ken di server sebelumnya. Dan ia benar-benar khawatir, jika Gin si topi jerami, memiliki ego sebesar Erlan…


    •••



    "The most blessed leader is one who loves the people, and -in return, they love him" (Mohammad PBUH)


    If ur depressed ur living in the past. If ur anxious ur living in the future. If ur at peace ur living in the present" (LaoTzu)


    https://wbb.forum.travian.com/…p?user/45099-swann/#about

    Post was edited 2 times, last by swann ().

  • 1 jam lebih baca novel nya tante phi.. mantap :( byk kisah juga nih, semoga bisa segera mood menulis byk kisah di travian

    ❤ We are proud as a member a[L]s family ❤

    =====================================

    Alexis Garis Keras

    idts7-MADE.png

    ---------------------------------------------

    a[L]s | RED | Giants | SALS | NLs | RAPtors

    =============================================

    | 7H (SevenHeaven | WK (Warior Knight) |

    | VIRUS | SUSU | ESA | CNC | THOR |

    | DVLBRO | Freedom | FW | T |

    | BIG (SOM) | UX (Ultimate Xtreme) |

    ✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮


  • Chapter 11. Ea... Ea...

    Part four. Are You a Red or Not


    Di jurnal warisan yang Ruby baca, Swann banyak menuliskan betapa terkesannya ia dengan pengaturan Windjade yang rapi atas Infamous. Dan bagi Ruby, itu semua menjadi inspirasi baginya dalam menata RED. Ruby belajar bahwa aliansi bukan hanya persekutuan dengan manajemen yang terpisah-pisah antar wing. Bahwa aliansi semestinya hanya memiliki satu garis koordinasi untuk militer dan diplomasi. Bahwa data seluruh anggota harus bisa dipegang seluruhnya oleh satu tim manajemen, bukan sendiri-sendiri tiap wing, agar dapat dilakukan evaluasi menyeluruh untuk kepentingan penentuan kebijakan aliansi ke depannya. Bahwa di Infamous (...), seluruh wing baik itu Infa, Nefa, Noto, maupun Scandy adalah sama. Koordinator wing hanyalah berfungsi untuk mempermudah komunikasi dan monitoring anggota, bukan untuk membuat kebijakan tersendiri antar wing.


    RED pun harus ditata seperti itu, tekad Ruby. Satu arah aliansi, satu target besar untuk timur laut. Dilihatnya peta, ia melihat pentingnya menata RED baik di basis kekuatan sentral, ww 100/100, maupun perifer. Bukan sebagai AA, CC, DD, WW, NN, ataupun EA dengan identitas dan manajemen sendiri-sendiri.


    Sejauh ini, selain keluarga kecilnya, baru Ron yg sepaham, Eken justru terkesan membiarkan RED berjalan apa adanya.


    “Jangka pendek ya, EA sudah memutuskan untuk bergabung dengan RED... maka mau tidak mau, suka ga suka, EA harus ikuti sistem di RED,” gerutu Ruby di depan Ron. “RED bukan mencampuri EA, tapi memang begitu semestinya. Tidak ada istilah sistem dalam sistem. Take it or leave it.”


    “Iya mbak, itu juga yang saya rasakan,” tanggap Ron. “Mereka tidak mau diatur sama sekali…” Lalu meluncurlah keluhan Ron tentang EA, serta betapa marahnya ia pada Adam yang tak sesuai harapannya.


    Ruby mengiyakan. Meski Ruby tak sepakat pada bagian di mana Ron mengusir Adam dari ruang ESA. Karena betapapun, RED adalah entitas baru yang semestinya terlepas dari ESA.


    •••


    “Iya mbak, leader ESA sampai menegur Ron karena mengusir Adam, karena memang di sini kita bukan bergerak sebagai ESA.” Ini adalah pernyataan yang terlontar dari Dyah, salah satu anak RED|AA yang berasal dari ESA. Ia menempatkan desa duanya di sentral, tak jauh dari Adam, dan kebetulan dekat pula dengan Laras.


    “Karena itulah Ron membuat ruang jamuan baru di kastilnya untuk seluruh anak RED untuk kepentingan koordinasi di server ini,” lanjut Dyah lagi.


    Ruby manggut-manggut. Jadi itu rupanya cerita di balik pembentukan ruang jamuan Frea untuk seluruh anggota RED. Meski ternyata, Adam dan Gin tak menampakkan batang hidungnya di sana. Hanya Bulezz dan Timtam yang bergabung dari EA.


    Dyah adalah salah satu gadis ESA yang Ruby lihat hadir di ruang jamuan Ron. Gadis itu Ruby lihat cukup dekat dengan anggota ESA yang lain, termasuk Adam, dan ternyata juga pernah bermain bersama Laras. Dulu ketika melihat Dyah pertama kali, Ruby sempat khawatir akan munculnya Mrs Alfa ganda di RED. Ia trauma dengan server sebelumnya, ketika ia dan Arya (first lady di Devil) tak sejalan pikiran dan berujung pada hancurnya timur laut. Tapi ternyata ia tak perlu khawatir. Dyah cukup nyaman diajak bertukar pikiran dan suportif.


    “Dy,” pesan Ruby, “bantu Ruby jembatani EA dan anak2 RED lainnya di sentral ya. Ruby tahu Adam cukup mendengarmu. Bantu juga untuk melunakkan kerasnya Laras ya…”


    Dyah mengiyakan.


    •••


    “Teman-teman, mohon support dan bantuannya untuk plan perapian ally ya…” ujar Ruby di hadapan para pengurus RED yang lain, beberapa hari kemudian.

    “Untuk diketahui, ada enam aliansi resmi yang kita miliki: AA, CC, DD, EA, NN, dan WW,” papar Ruby. “Yang pertama Ruby minta, tolong seragamkan profil ally dan diplomasi seperti yang saat ini ada di AA, karena itu adalah identitas, visi, dan kebijakan diplomasi kita yang tak boleh berbeda satu dengan yang lain. Jika selebihnya mau ditambahkan ciri khusus wing silakan saja.”


    “Kedua,” lanjut Ruby, “Ruby minta tolong agar semua akun dan defender teman-teman masuk ke dalam 6 ally tersebut. Defender dapat masuk ke DD, NN, atau WW. Sementara support tidak apa di luar 6 ally tersebut, tapi harap dikomunikasikan dengan baik, dan Ruby harus punya data siapa merupakan support siapa, agar kalau ada sengketa mudah Ruby jembatani. Tolong diingatkan lagi untuk mengisi form biodata, termasuk data defender maupun support.”


    “Terakhir, dan yang terpenting,” Ruby kembali melanjutkan setelah dilihat yang lain mengiyakan. “Kita akan memiliki 2 stronghold, area sentral termasuk di dalamnya adalah area Natar, dan area keajaiban dunia 100/100.” Ruby kembali mengingatkan bahwa anggota yang belum menempati desa kedua, terutama dari CC agar merapat ke area 100/100 karena Dicky dan Panjul masih belum memiliki banyak tetangga di sana.


    “Sementara area sentral,” Ruby memberi penekanan pada bagian terakhir ini, “saat ini berisi sebagian besar anggota EA, Xmax, Beast, kaya, beruang nakal (pak Syaf), Virgo (Dyah), dan beberapa anak AA dan CC lainnya. Harap bro Eken, Babe Didi, Laras, Gin dan Adam dapat mengkomunikasikan battlegroup dengan baik serta pengaturan peran masing-masing…”


    “Ruby berharap, area sentral adalah satu koordinasi, baik dalam pertahanan maupun penyerangan,” pungkasnya yang disambut kesiapan yang lain.


    “Menambahkan saja mbak, sosialisasi rule mengenai personal space juga harus digencarkan, terutama bagi yang masih punya 1 desa,” Han angkat bicara, yang juga langsung diiyakan yang lain.


    ‘Satu pondasi penataan RED telah dikokohkan,’ batin Ruby sekembalinya dari pertemuan itu dengan perasaan ringan.


    •••


    “Jul, kau bisa buatkan mekanisme pelaporan troop yang memudahkan anggota untuk mengisinya, dan memudahkan kita untuk memonitornya?” pinta Ruby.


    Ruby tengah prihatin dengan pengumpulan data pasukan menggunakan form yang Eken buat karena sulit diisi sehingga partisipasi anggota untuk mengisinya minim. Selain itu, form itu juga menyulitkan monitor karena hanya berisi data total pasukan, bukan pasukan per desa. Padahal data pasukan per desa akan memudahkan pengaturan def dan kebijakan lain per area.


    Sebenarnya ada satu cara pengumpulan data yang Ruby anggap paling praktis menggunakan gettertools. Anggota mudah mengisi, dan manajemen bisa dengan mudah memonitor serta membuat kebijakan. Sayangnya, tools tersebut tak bisa dipakai di negeri ini. Maka untuk mencari cara lain, Ruby mengandalkan sang adik kutu buku.


    Setelah berkutat berjam-jam di perpustakaan, Panjul pun akhirnya memilih freetools sebagai cara pengumpulan database troop. Tugas Eken dan para Koord wing secara rutin mengingatkan yang blm lapor, sehingga Ruby sebagai manajer data hanya tinggal mengolah data.


    •••


    Setelah internal mulai tertata, ekspedisi perang kecil-kecilan mulai dikirimkan ke tenggara. Hobbit dan Unity pun sudah lebur sepenuhnya ke manajemen RED, sebagian besar masuk ke CC, sebagian ke AA dan DD. Ruby mulai sedikit bernafas lega.


    Desa-desa support yang tadinya masih tanpa aliansi atau mengibarkan bendera warna-warni mulai dimasukkan ke DD, NN, dan WW. Satu hal tak menyenangkan terjadi setelah Muham mulai memasukkan anak buahnya. Mendadak, hampir seluruh petani yang Muham rekrut tadi dideportasi oleh registrar. Penggandaan identitas, alasan registrar. Merasa kapok, Muham membentuk RED|JM, dan memasukkan anak buahnya yang tersisa ke sana. Langkahnya diikuti Dicky yang juga memasukkan defendernya ke ally JM. Berdua mereka mengumumkan jika ada masalah atau butuh sesuatu apapun dari RED|JM, silakan menghubungi Muham atau Dicky.


    Desa-desa semakin berkembang, berarti semakin banyak penduduk dan pasukan yang harus diberi makan. Para pasukan harus dikerahkan untuk menjarah lebih banyak. Saat itulah beberapa anak CC mulai melaporkan ke Ruby soal farming ke aliansi PINK yang lantas berbuah surat cinta dari farm, menyatakan bahwa mereka anak EA.


    “Sekedar info sodara-sodara, pink|ea masuk akademi EA ya,” Gin mengumumkan di ruang leader. “Beberapa sih masih klon anak-anak EA. Sekarang sih belum didef, tapi kalau masih diserang juga ya nanti kita def…”


    “Bro Gin, jangan ada akademi lagi,” sanggah Eken. “Masukin ke RED yang lain bro. Jadi mulai minggu depan semua id di luar RED bakal ditarget…”


    Ruby pun menambahkan, tidak ada perekrutan selain melalui CC, apalagi beberapa yang Gin rekrut ke PINK maupun langsung ke EA ada yang sudah jadi farm tapi tidak Gin koordinasikan.


    Tapi ternyata, kian hari anggota PINK kian banyak. Sebagian di antaranya farm. Dan ketika anak-anak CC merampok mereka, mendadak surat-surat cinta meluncur dari anak-anak PINK yang diraid. Isinya senada, menyatakan desa tersebut milik EA, menyerangnya lagi berarti CC harus siap-siap berhadapan dengan EA. Tanpa nama penanggung jawab yang kelas.


    Anak-anak CC meradang. Kenapa tiba-tiba jadi masalah antar Ally, padahal hanya Raid yang sifatnya individual.


    •••


    Ruby kembali mengeluh ke Ron, yang juga terus mengamati EA dengan geram.


    “Sekarang kuncinya di bro Eken, tegas atau ga,” ujar Ruby.


    “Iya,” sahut Ron.”Nanti saya bicarakan ke Eken.”


    “Kalau memang bro Eken ketok palu putuskan bahwa EA tetap seperti apa adanya, ya juga harus ada 'pernyataan resmi' nya,” lanjut Ruby. “Karena sebelum ada pernyataan itu dari bro Eken,, seharusnya kita sepakat dengan rule sebelumnya, bahwa penataan baku kita adalah peleburan, satu sistem, dengan Ruby sebagai internal manager nya.”


    “Tapi kalau sudah ada pernyataan resmi bro Eken bahwa EA akan dibiarkan apa adanya, berarti kita anulir rule peleburan, karena berarti akan ada 2 manajemen di RED. Dan itu otomatis juga menganulir posisi Ruby sebagai internal manajer di RED. Ruby akan dg senang hati mundur,” pungkas Ruby yang diiringi tatapan prihatin Ron.


    •••




  • dear all,


    akhirnya lanjut juga chapter selanjutnya, terima kasih buat yang masih terus menyemangati saya buat lanjut


    semoga ada pelajaran maupun hal positif yang bisa diambil dari cerita ini. chapter ini sebenarnya phi pingin cerita tentang bagaimana itu preformed ally dan penataan yang baik. insya Allah nanti didetili lebih lanjut.

    atau minimal, hal positif yang bisa diambil adalah nostaligianya ya... hehehe


    dan jika ada hal positif atau suka dengan cerita ini, tolong jadikan kebiasaan baik dengan memberikan likes pada postnya ya, bukan hanya pada komen, sebagai penghargaan dan penyemangat bagi yang menulis. jadi jika teman-teman merasa ada nilai lebih yang didapat dari tulisan ini, tolong berikan nilai lebih juga pada usaha penulis ya... jujur sih, nulis 1 chapter ini jelas butuh usaha lebih besar, tapi sistem perhitungan poin pada forum travian sekarang membuat ga lagi berbeda antara orang yg menulis 1 post 'susah' dengan 1 post flame, junk, one liner dll, karena semua bernilai 5 poin. bahkan, likes pun sekarang hanya dihitung sebagai 1 poin, padahal sebelumnya 2 poin. phew... Xaviera sekaligus curhat jadinya hehehe

  • Hanya ingin menambahkan sedikit pelajaran yang bisa phi share. Di chapter ini phi ingin bercerita mengenai preformed ally dan manajemennya. Preformed atau premade ally adalah aliansi yang memang telah dibentuk sejak sebelum server mulai, baik itu dalam skala family besar atau sekedar janjian beberapa orang.


    Yang menjadi kekuatan premade ally adalah pembagian peran dan target telah ditentukan di awal, sehingga koordinasi ke depan akan lebih mudah. Rule pun relatif lebih mudah dikomunikasikan karena telah diberlakukan sejak server sebelumnya atau setidaknya masing-masing telah saling mengenal.


    Jika premade ally ini merupakan tim kecil, tentu evaluasi pencapaian target, pengkajian dan perumusan perubahan kebijakan jika diperlukan akan lebih mudah, karena tak banyak data yang harus dipertimbangkan. Tapi untuk tim besar seperti Turney, atau upaya penguasaan kuadran di server ramai misalnya, persiapan premade ally ini menjadi faktor yang sangat berpengaruh pada keberhasilan nantinya.


    Di domain com, preformed ally dengan form keikutsertaan sebelum server mulai, lengkap dengan pendataan peran/kontribusi apa yang akan diberikan calon anggota nantinya jelas memudahkan manajemen Ally nantinya. TM di server ROA atau Infamous misalnya (setidaknya itu dua yang phi tahu pasti), dipastikan tidak akan turun tanpa ada pengumpulan data calon anggota sebelumnya. Kualifikasi Turney 2017 Lalu juga sebenarnya sudah sangat bagus dari sisi persiapan ini.


    Pada server berbasis WW, stabilitas kuadran adalah kunci kemenangan no 1. Maka pada ally yang sudah cukup kuat seperti Infamous tahun kedua dan selanjutnya,TM, fam2 besar di server id, atau seperti Felix dan tim Rhesus di novel ts5 kali ini, cenderung lebih mudah menentukan kebijakan penguasaan kuadran. Cukup tawarkan 'ikut dengan manajemen kami yang sudah mapan’, sehingga yang tak sejalan bisa langsung digebuk. Tapi pada preformed ally yang lemah seperti HEA di awal dg visinya, atau kuadran yang tersusun atas banyak faksi seperti ts7 yang tertulis di SOTH buku 1, RED di buku 2 ini, atau Infamous di tahun pertama pembentukannya, membutuhkan peleburan manajemen yang lebih rumit. Karena sebesar apapun aliansi, jika hanya berupa persekutuan tanpa peleburan manajemen tidak akan melahirkan kuadran yang kuat. Di sinilah pentingnya dua faktor: leader yang kuat serta sistem yang tertata dan diikuti.


    Phi secara personal jauh lebih angkat topi pada keberhasilan peleburan banyak faksi atau preformed ally di kuadran menjadi satu manajemen, dibanding dengan preformed ally yang telah sepenuhnya menguasai kuadran, karena itu membuktikan kualitas para pemain di dalamnya, bukan hanya skill tapi juga kekuatan karakter mereka.


    Dalam manajemen Ally, baik dalam preformed ally yang sudah besar maupun hasil peleburan, harus dipahami pentingnya pengaturan settling, manajemen def yang efektif, serta pengambilan perubahan arah begitu data terbaca berubah merupakan kunci yang membuat aliansi berhasil. Dengan anggota yang banyak dan dinamika server, pengambilan keputusan dengan cepat dan tepat serta improvisasi jika diperlukan, jelas sangat dipengaruhi manajemen data yang terpusat. Jika satu kelompok kecil beranggotakan sepuluh orang masih bisa melakukan pengumpulan data troop atau laporan wave masuk melalui skrinsut di wa, jangan sekali-kali membayangkan hal serupa akan efektif pada aliansi beranggotakan ratusan orang. Bisa keriting nanti manajernya. Dan yang jelas, pasti akan menghabiskan waktu lebih lama hanya untuk pengumpulan data, waktu yang begitu berharga sebenarnya untuk bisa langsung digunakan untuk menganalisis data. Karena itulah, partisipasi anggota dalam pengumpulan data baik melalui form, gettertools, freetools, dll tidak boleh disepelekan. Semenit partisipasi tiap-tiap anggota dalam pengumpulan data akan menghemat ratusan menit waktu manajer seperti Battle Angel , Filantropis , dll untuk mengambil keputusan.


    Pentingnya merendahkan ego ketika bicara mengenai tugas memegang arte tertentu, penentuan WW decoy dll, karena harus dipahami bahwa leader menentukan keputusan tentunya berdasar data yang masuk. Ketika memutuskan menarik def dari 1 WW untuk dipindahkan ke WW lainnya ketika dinilai itu lebih efektif seperti yang dilakukan tim Gallia di kualifikasi Turney 2017 lalu misalnya.


    Phi berharap ada masukan tambahan untuk poin ini agar makin semangat phi nulis SOTH buku 2, share tentang perjalanan Ally yang sampai saat ini masih phi anggap gambaran ideal peleburan manajemen Ally.

  • Ini saya coba pas satukan persepsi RAP sesion 2 (ts3 sesi 9).

    Menggabungkan 4 fraksi dalam 1 manajemen. Setelah kuat pondasinya di awal, langsung sangat aman.

    jadi pas Tinggalinnya juga 2 bulan di mid game tidak ada beban. Karena sudah memiliki tanggungjawab dan rasa membela sebuah Family. :thumbsup:

    ❤ We are proud as a member a[L]s family ❤

    =====================================

    Alexis Garis Keras

    idts7-MADE.png

    ---------------------------------------------

    a[L]s | RED | Giants | SALS | NLs | RAPtors

    =============================================

    | 7H (SevenHeaven | WK (Warior Knight) |

    | VIRUS | SUSU | ESA | CNC | THOR |

    | DVLBRO | Freedom | FW | T |

    | BIG (SOM) | UX (Ultimate Xtreme) |

    ✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮


  • Ini saya coba pas satukan persepsi RAP sesion 2 (ts3 sesi 9).

    Menggabungkan 4 fraksi dalam 1 manajemen. Setelah kuat pondasinya di awal, langsung sangat aman.

    jadi pas Tinggalinnya juga 2 bulan di mid game tidak ada beban. Karena sudah memiliki tanggungjawab dan rasa membela sebuah Family. :thumbsup:

    glad to hear that can :)

    semoga bisa tetap dengan mindset seperti itu ya