Kenapa Travian Makin Sepi?

  • Kenapa Travian Makin Sepi?

    Jaman jaman kejayaannya dulu 2009 - 2013....


    Game Ramai sampai ribuan user

    Forum ramai dengan berbagai bacot hingga drama


    sekarang ???

    ❤ We are proud as a member a[L]s family ❤

    =====================================

    Alexis Garis Keras

    idts7-MADE.png

    ---------------------------------------------

    a[L]s | SALS | NLs | RAPtors | UX

    =============================================

    | 7H (SevenHeaven | WK (Warior Knight) |

    | RED | Giants | VIRUS | SUSU | ESA | CNC | THOR |

    | DVLBRO | Freedom | FW | T | BIG (SOM) |

    ✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮✮


  • phi dah nulis itu jadi satu novel koq can :) SOTH buku 1, itu tentang satu server dengan drama paling luar biasa menurut phi. lebih dahsyat dari s3ss3 dan ts3ss7 yang phi tulis di Li'l Happy Fam

    Di epilog buku 1 itu phi tuis semua yg phi rasa bikin trav makin sepi. ada nama acan juga tuh :D

    #kaburngetiklagi #SOTHbukudua belum kelar

    ... Ruby kembali menghela nafas. Ini adalah dunia virtual yang tersusun semata atas kode 0 dan 1. Yang menang atau matinya satu karakter di game tak akan serta merta berpengaruh pada kemenangan atau kematian di dunia nyata. Tapi matinya sportivitas, matinya regenerasi skill berarti hanya tinggal menunggu saja matinya dunia virtual ini.


    Pemain lama yang saling mengamankan diri mereka dengan kenalan lama, membuat persentase besar pemain hanya bertani tanpa perlu berperang. Atau persentase kecilnya hanya mengejar ambisi pribadi balas dendam akan cerita lama, tanpa peduli itu mungkin melemahkan aliansinya. Pemain baru tak belajar apa-apa karena tak ada yang bisa jadi sarana latihan ketika politik aliansinya membuat ia tak boleh menyerang ke mana-mana. Atau justru sebaliknya, tak belajar apa-apa karena terjepit atau terseret-seret pertikaian pemain lama. Atau sekedar sial menjadi persentase paling kecil yang tersisa untuk dibully karena tak ada yang mengenal mereka sebelumnya…


    Lantas ketika kultur ini membuat jumlah pemain semakin sedikit, kita masih dengan berlagak polos bertanya apa yang salah? Pemain lama bosan atau muak, sementara pemain baru tak mendapat kesenangan apapun yang mengundang mereka berkunjung kembali ke negeri ini. Lantas dengan dalih sedikitnya jumlah pemain, multiakun dan kecurangan lainnya dikedepankan?


    Padahal ini lingkaran setan. Kultur yang melahirkan pembenaran untuk kedepankan politik dan kecurangan, berimbas pada semakin berkurangnya jumlah pemain. Dan akhirnya, semakin jadi pembenaran untuk lakukan kecurangan… Lantas makin matilah permainan ini. Benar-benar sebuah lingkaran setan...


    Ruby juga melihat banyak faktor individu mematikan sportivitas dan regenerasi skill ini. Karakter tak mau dipimpin, membuat keputusan sendiri tanpa mempertimbangkan akibatnya ke tim,juga dominan di negeri ini. Sebagian mungkin hasil bentukan kultur rusak sehingga tingkat kepercayaan pemain ke tim dan pemimpin nyaris nol. Mereka lelah dan enggan berharap bahwa ada pemimpin yang benar-benar mengelola hati dan semangat timnya untuk kebaikan bersama, sehingga merasa paling benar sendiri, dan memilih ego semata yang memimpinnya. Sementara sebagian pemain egosentris yang lain, mungkin memang hanya karakter bawaan bayi mereka, yang benar-benar butuh sentuhan sistem yang tertata kuat dan tangan seorang pemimpin ‘sakti’ untuk bisa menundukkan ego dan hatinya...


    Menyadari tembok besar bentukan kultur ini, Ruby meletakkan penanya. Ia membalik lembaran-lembaran bukunya ke halaman-halaman awal. Sebuah cerita tentang kultur yang begitu berbeda menghiasi halaman itu. Tentang kultur sebuah keluarga yang memastikan sportivitas dan regenerasi skill terpelihara. Strength and honor… itu katanya yang jadi kode mereka. Coz becoming strong is easy, but becoming honorable is much harder… itu semangat mereka. Sebuah cerita tentang Infamous, yang tertulis jauh sebelum ia mewarisi dan mulai melanjutkan menulis di buku itu. Ia bertanya-tanya apakah kisah di halaman-halaman awal buku itu hanya akan menjadi sekedar dongeng? Sebuah konsep dan kultur yang utopis untuk diterapkan di negeri ini?


    Ruby berhenti di halaman pertama buku itu. Tiga bulatan besar berderet di tengah halaman tersebut. Ia mengenalinya sebagai triple dots, lambang yang mewakili Infamous. Strength and Honor tertulis di bawahnya. Ia kini mendapatkan jawaban atas pertanyaannya sebelumnya: 'Kalau benci dan muak lantas apa?’ Bukan makin berkubang dengan jebakan kultur itu, tapi justru harus mengubah kultur itu, dawamnya. Karena kau telah punya satu panduan bagaimana bentuk yang kau idealkan...

  • mantab ini,,, setuju,,,