Scratches - All About My Homeland (id3 2011-2020 n related server)

⭐ Advent Calendar giveaway ⭐

December! 🎁 Gift time!
Every day from December 1st to December 24th, starting at 10:00 AM (UTC+1), we'll be doing an 8-hour giveaway in Discord! Don't miss ➡️ today's surprise! ⬅️
How can you participate? Join us in the official Travian: Legends Discord server, accept the rules to unlock all the channels, head to the #advent-calendar channel, and seize your chance to win!
  • Ralat mak, ga pernah sakit hati kok hanya kecewa saja. Mungkinkah org yg sakit hati gabung bareng main satu tim? Jd kepo knp pilihannya jatuh ke akun darwis? Knp ga ke akun panjul aja atau akun MingMing sekalian?


    Mari berforum dengan santun dan berperang layaknya kesatria sejati
    I'll be waiting behind enemies line!!

  • His Name is DY

    Part one. I want you


    Ruby mengenal Darwis di final turnamen 2017. Turnamen yang ia ikuti karena tertarik melihat rapinya persiapan, mapping, serta manajemen tim NKRI di sana waktu kualifikasi. Besar keinginannya bisa merasakan rumah negerinya senyaman itu. Tapi jauh panggang dari api. Valkyrie yang didaulat sebagai pemimpin negeri tak juga bisa dihubungi padahal hitungan hari semakin mendekati server final dimulai. Valkyrie baru muncul dua hari sebelum server dimulai. Tak ada data recall calon anggota, tak ada mapping peran (pembagian tugas), semua berjalan spontan. Mapping klaster yang sekedar mengikuti mapping yang telah disusun koalisi besar Gallia pun tak terkomunikasikan dengan baik. Akibatnya peta klaster NKRI pun menyebar, kurang kokoh. Ruby terdampar di klaster yang terjepit pemain-pemain ofensif dari Turki, dengan satu pusat kekuatan ofensif NKRI di klasternya: Skyboy.


    Ruby mengenal Darwis awalnya sebagai dual di Skyboy. Ketika pemain-pemain kecil di klasternya menjadi bulan-bulanan dan lahan bagi lawan, Darwis terjun langsung membimbing mereka untuk menguatkan klaster. Ruby kerap mengomel karena menurutnya ignorance dan mental layak farm mereka sudah tak tertolong lagi, tapi Darwis masih berusaha mengasuh satu persatu untuk mengajari mereka serta memenej def di klaster. Darwis juga manajer yang baik. Dia yang pertama kali mengusulkan untuk mengoptimalkan donasi ally melalui arisan (pooling SDA) yang lantas diterapkan di aliansi. Ruby pun belajar sekuens pengembangan cropper yang lebih optimal darinya. Tak heran akun dia tertata dengan baik dan kuat kalau melihat gayanya mengelola akun, pikir Ruby.


    Tanpa ada Valkyrie, politik luar negeri terbelah di sebagian tim kecil kecil di NKRI, baik tentang Turki maupun tentang WW. Dan ketika diplomasi ini membuat konflik kepentingan dalam Skyboy, Darwis pilih menyerahkan Skyboy pada pemain utama dan pemilik akun. Ia lalu fokus Ares, id defender yang ia miliki, sambil terus membantu teman-teman memperbaiki permainan mereka.


    Ruby melihat Darwis ketika turnamen itu sebagai orang yang fokus pada penguatan internal, manajer yang baik, dan apolitis. Ia tak suka dengan politik atau mengejar kebesaran pribadi atau tim kecil, gaya mainnya lempeng saja untuk tim besar.


    Ini orang yang bakal dengan senang hati Ruby jadiin tim, pikir Ruby waktu itu.


    •••


    Ketika turnamen selesai dan akhirnya Ruby turut terjun ke ts29, Ruby senang melihat Darwis ada di CNC. Meski, senangnya lantas berubah menjadi prihatin melihat kultur manajemen yang sangat kendor di sana. Tim sebesar CNC membiarkan tim kecil bermain sendiri-sendiri. Manajemen defens pun lebih banyak mengandalkan personal defender, baik karena memang data besar aliansi tak dimiliki secara lengkap, lokasi yang kurang terpetakan dengan baik, laporan wave yang kurang rapi, kurangnya gerak scout sebagai bahan analisis, maupun kurangnya koordinasi antar tim kecil. "Gw paling ga suka istilah personal defender sebenarnya," papar Darwis tentang prinsipnya. "Travian itu sebuah tim, ga bisa individu-individu atau tim-tim kecil begitu…"


    Tapi bisa apa orang seperti Darwis. Ia berada di posisi, 'Siapa sih saya, mau atur-atur mereka yang dah lebih lama di sini. Kenal juga belum…' padahal potensi untuk bisa mengarahkan gerak tim itu besar sekali. "Ts29 awal-awal gw emang gak ada masuk ke manajemen internal sih, paling cuma nyimak doang," ujar Darwis.


    Setelah Panjul tumbang, Ruby melihat dengan mata kepala sendiri, Darwis turun langsung tanpa diminta. Meski tak banyak membuahkan hasil, karena stok def sudah telanjur minim sekali akibat mapping dan manajemen def sebelumnya yang kurang efektif. Namun yang jelas, dari situ Ruby menangkap kesan bahwa Darwis adalah seorang altruis dan problem solver.


    Melihat itu semua, Ruby berjanji pada dirinya sendiri, jika suatu hari nanti ia bermain lagi bersama Darwis, orang itu bakal berada di sebelahnya buat menej.


    •••


    "Jika memang saya diminta turun untuk menej, jangan minta lebih ke saya untuk juga bertanggung jawab mengembangkan akun," jawab Ruby atas permintaan Sang Baginda. “Saia cuma mau numpang nama di salah satu akun saja. Dan akun yang saya tumpangi punyanya Darwis.”


    “Hahaha, you really know how to haggle, Mbak,” Panjul tergelak begitu Ruby menceritakan term and condition nya.


    Panjul tak keliru. Ruby sengaja memilih Darwis, karena ia yakin bahwa Darwis pasti serius mengelola akunnya sehingga boleh dibilang Ruby tak dibutuhkan di sana. Ruby bisa memakai 90% atau bahkan 100% waktu dan tenaganya untuk manajemen aliansi, tim besar yang pasti akan menguras energi. Dengan adanya Ruby di akun Darwis, pesan massal ke anggota berisi arah manajerial pun akan keluar dari akun Darwis, yang selaras dengan alur berpikir Darwis. Ruby pun bisa menempatkan Darwis ke room manajemen sejak awal. Dia yang sepaham dengan Ruby tentang bagaimana manajemen tim besar, akan bisa menyampaikan gaya manajemen itu ke leader lain dengan bahasa yang bukan bahasa emak-emak. Ruby membutuhkan backup Darwis nantinya jika isi kepala Ruby tak tertangkap dengan baik dan mengundang protes para pemain lama.


    Ketika Ruby mengajukan syarat ke Sang Baginda untuk hanya numpang nama di akun Darwis, Ruby sadar bahwa suatu ketika pasti Sang Baginda akan tetap menagihnya membuat akun. Ruby mereka-reka, jika manajemen terkendali dan ia harus register, ia ingin menggunakan nama Chronicles untuk akunnya nanti. Tak Ruby sangka, ketika pendataan sebelum server dimulai dan masing-masing mereka-reka bakal nama akunnya, Darwis mencetuskan nama akunnya: Chronicles. Sehati. Semoga terus sehati pula nantinya dalam mengelola keluarga besar ini, harap Ruby.


    •••


    "The most blessed leader is one who loves the people, and -in return, they love him" (Mohammad PBUH)


    If ur depressed ur living in the past. If ur anxious ur living in the future. If ur at peace ur living in the present" (LaoTzu)


    read my novels n guide: Lil Happy Fam ; Dawning Day ; SoTH ; Scratches - Swann's Journal

    about me

  • His Name is DY

    Part two. Managing Partner


    Chronicles, sebuah akun teuton attack milik Darwis, adalah tempat Ruby numpang nama di dalamnya. Seperti rencana awal Ruby, ia tak perlu banyak menghandle akun itu, karena Darwis sudah mengelolanya dengan sangat baik. Bahkan, kalaupun ada waktu luang Ruby untuk menyentuh desa-desa Chronicles, akhirnya Ruby memutuskan untuk tidak melakukannya. Karena the clumsy hand of Ruby, gagapnya dengan id teuton attacker besar seringkali membuatnya salah langkah (kalaulah bukan dibilang mengacau) baik dalam pembangunan maupun pelatihan pasukan di Chronicles. The clumsy hand of Ruby keburu mengklik latih ram di bengkel, padahal anta kecil baru akan aktif sejam lagi, misalnya.


    Ruby bisa sepenuhnya fokus dalam manajemen. Mulai dari pemetaan calon anggota, penempatan mereka dalam klaster, mengatur pemberangkatan settler para anggota, memastikan def cukup di klaster krusial, hingga pendataan perkembangan maupun pasukan anggota.


    Darwis juga turut menjadi partnernya dalam memenej aliansi. Menimbang bahwa kekuatan ofensif jangka panjang aliansi harus dipersiapkan sejak awal, dan tak semua tenaga ofensif aliansi adalah pemain yang sudah berpengalaman, maka dibutuhkan panduan gerak bagi mereka. Darwis membantu Ruby menentukan standar minimal level cropper berapa harus dicapai di hari keberapa, serta kapan harus mulai nonstop trooping, terutama catapult/ram bagi calon hitter/rammer. Mereka berdua memonitor perkembangan id-id ofensif ally, sehingga jika diketahui ada yang terlambat dari standar minimal bisa segera dicari solusi untuk aliansi, baik push SDA, membagi lahan farm, memasangkan sitter/dual jika diperlukan, atau bahkan mengubah orientasi permainan jika terpaksa. Dari pemantauan itu bisa jadi juga ditemukan pemain baru yang bagus untuk mereka rekomendasikan ke Sang Baginda, yg lantas Baginda putuskan menyimpannya sebagai calon hitter dan menahannya agar tidak rusuh. Meski, kadang pula itu jadi mission impossible yang membuat keriting Ruby dan Darwis karena harus membimbing mereka yang benar-benar baru dengan tugas ini tiap hari, memantau kesejahteraan mereka: menyiapkan support, termasuk menyiapkan def klaster, dll nya. Keriting, tapi membuat Ruby gembira karena bisa menyampaikan mapping global ke Sang Baginda sejak awal, dan melihatnya banyak berperan dalam mapping tersebut.


    •••


    Ruby juga sangat bersyukur dengan kehadiran Darwis di Defense Coordinator (DC) team. Konsep Darwis tentang manajemen def yang ia pelajari selama di Vinci (later: Villains) seiring dengan ‘How to Deal with Red Swords’ (Swann's Journal) yang Ruby adopsi dari Infamous. Bahwa mempertahankan diri dari serangan itu harus dilakukan seefisien mungkin, bukan sekedar def tanpa perhitungan. “Kalau gw main bareng Vinci, mereka melihat data def di ally, mereka hitung ada berapa banyak titik yang mesti didef, dan dibuat keputusan untuk ngedef titik yg diyakini bakal real,” papar Darwis. “Misalkan dari 8 titik yang mendapat wave, setelah dianalisis, akan dipilih 3 titik yang akan didef semaksimal mungkin.”


    Ruby sependapat. Karena yang ia yakini, def itu all or none. Ketika ada indikasi kuat bahwa suatu serangan real, maka def itu harus all, harus dihitung sanggup menghabisi seluruh atau sebagian besar kekuatan lawan. Tanpa itu, def yang setengah-setengah hanya akan membuat rugi habis def, rugi waktu regen def, sementara lawan tak memiliki beban regen dan dengan mudah melancarkan BP selanjutnya tanpa terbendung. Jika memang suatu serangan real dihitung tak sanggup tercover def nya karena waktu, jarak, atau regen def belum memadai, berlakulah prinsip none. Alias, lepas def, dodge, pindahkan arte, atau biarkan bangunan hancur untuk nanti dibangun ulang. Karena rebuild bisa lebih mudah dan lebih cepat daripada regen def, dan pasukan lawan bisa ditangkap lain kali dengan persiapan all def lebih baik.


    Dengan prinsip itu, Darwis berhasil membuktikan dirinya as a great DC leader. Ketika fungsi pengintaian (reconnaissance) berjalan dengan optimal, berapa besar pasukan lawan yang sedang berjalan menyerang bisa diprediksi. Dan berdasar data kekuatan def yang dimiliki, dapat diputuskan berapa titik yang akan didef dengan target minimal sekian def, serta mana-mana yang akan dilepas, arte mana yang harus dipindah, titik mana yang harus dicut, kapan dan ke mana saja sumber daya atau gandum harus dikirim secara efisien, dll. Satu hal yang tak bisa dilakukan di ts29, selain karena fungsi rekonisans yang lemah, data yang minim, dan secara kalkulasi tak menutupi. Yang andaikata mapping, monitor, dan arah def sesuai primbon def itu bisa dilakukan sejak awal, minimal teman-teman bisa menabung tenaga def.


    “Itulah makanya tools penting banget,” komentar Ruby. “Gimana caranya kita bisa hitung berapa titik def yang bisa kita tutup kalau ga ada data…”


    “Hahaha, ts29 terlalu ribet,” sahut Darwis. “Terlalu banyak kepala. Dan susah ga ada data...”

    Ruby turut tergelak, mengingat ketika di ts29 ia mengeluh tak ada data, dan Sang Baginda yang ia harap bantuannya untuk mendorong anggota mengumpulkan data justru memberikannya saran absurd untuk mengejar data ke lapangan. Darwis pun turut tergelak, membayangkan bagaimana caranya mengejar ratusan data yang akan menghabiskan waktu tanpa sempat mengolahnya untuk menyiapkan def atau menentukan langkah ally. Bersyukur di ts3 ini Baginda telah lebih menghargai usaha pencarian data itu. Dan ditambah Battle Angel sang developer, upaya mengumpulkan data menjadi jauh lebih mudah.


    Jadi dialah Darwis, sang manajer, DC team leader, good account handler, yang juga sering membantu Baginda mengeksekusi BP. Dia juga orang terwaras seserver ketika yang lain gila. Buat Ruby, dia menjadi penyeimbang baginya yang meledak-ledak, sekaligus problem solver. Ketika data yang masuk ke tangannya terbaca mengkhawatirkan, dan belum dapat solusi dari Baginda karena kesibukannya, padahal data dan keresahan Ruby itu tak bisa diungkap ke anggota demi kestabilan ally, seperti data hammer aliansi yang mengenaskan menjelang arte misalnya, Darwislah yang mengangkat beban di kepala Ruby dengan berbagai langkah mitigasi bencana dan damage control yang ia cetuskan. Ketika emak-emak ini marah-marah atas kelalaian atau kebandelan anggota, Darwis pula yang dengan kepala dingin berikan solusi ke depannya.


    "I only try my best, By" itu komentar Darwis mendengar gambaran hiperbolik Ruby tentang dirinya. “Menurut gw, kepentingan sendiri itu gak penting, kepentingan ally yang terpenting. Kalau buat keputusan ya lebih mikir ke ally sih. Dan menurut gw, sewajarnya semua player bakal kayak gini kalau main di sebuah ally, apalagi kalau dah senior...”


    He is Darwis. Sosok yang tak pernah berhenti menginspirasi dan membuat Ruby belajar. Seperti Ip Man yang menginspirasi dunia dengan prinsip dan moral yang diyakininya. Kebetulan saja, marga Darwis sama dengan sang inspirator itu. Maka bagi Ruby, DY bukan semata inisial untuk Darwis Yap, tapi juga seolah melihat Donnie Yen yang sedang memerankan Ip Man, membawakan pesan dan prinsip moralnya. Jika ditanya hari yang tak pernah Ruby sesali, itu adalah hari ketika ia putuskan bersedia turun dengan menumpang di akun Darwis. Bagi Ruby, he is her best partner ever.


    Nampaknya Laras patut merasa cemburu karena Ruby telah berpindah ke lain hati...


    •••


    "The most blessed leader is one who loves the people, and -in return, they love him" (Mohammad PBUH)


    If ur depressed ur living in the past. If ur anxious ur living in the future. If ur at peace ur living in the present" (LaoTzu)


    read my novels n guide: Lil Happy Fam ; Dawning Day ; SoTH ; Scratches - Swann's Journal

    about me

  • Ralat mak, ga pernah sakit hati kok hanya kecewa saja. Mungkinkah org yg sakit hati gabung bareng main satu tim? Jd kepo knp pilihannya jatuh ke akun darwis? Knp ga ke akun panjul aja atau akun MingMing sekalian?

    sip, dah terjawab ni ya ras, hahaha...

    adududuh.... gantung ini, nunggu kelanjutannya.... :love:

    cerita novelnya baru di kata pengatar bakalan bisa 1buku kalo di tulis semua:*:*

    absen dl, ini hbs ini ts3 yg br kelar ya?

    Iyep, dah dilanjut ni yaa buat semuanya... Tenkyu dah sabar nunggu.

    Maap kalau format, font dll Masi berantakan, susah post dari hp ini 8o

    Smg ada inspirasi yg bisa diambil :saint:

    "The most blessed leader is one who loves the people, and -in return, they love him" (Mohammad PBUH)


    If ur depressed ur living in the past. If ur anxious ur living in the future. If ur at peace ur living in the present" (LaoTzu)


    read my novels n guide: Lil Happy Fam ; Dawning Day ; SoTH ; Scratches - Swann's Journal

    about me

  • sip, dah terjawab ni ya ras, hahaha...

    masih blm terjawab mak. Lebih byk deskripsi tentang byk peran dan kontribusi darwis tetapi tdk menjelaskan alasan knp akun darwis yg di pilih. Biasanya klo emak, ada hal dan alasan tertentu buat numpang id org lain, pdhl ada akun nya panjul?


    Mari berforum dengan santun dan berperang layaknya kesatria sejati
    I'll be waiting behind enemies line!!