Struggle of The Heart [new story]

    The full calendar for Fire And Sand x3 is available here!

    • Eken wrote:

      wah emak menceritakan sangat mendetail kali. Kasih jempolll
      Lanjutkan mak
      kasi jempolnya ngomong doang ih, hehehe

      Btw om @a3doel cuma kasi jempol doang, ga komen bener ga itu Weber di hobbit yg juga awal2 berusaha ngerampokin HEA mulu
      "The most blessed leader is one who loves the people, and -in return, they love him" (Mohammad PBUH)

      If ur depressed ur living in the past. If ur anxious ur living in the future. If ur at peace ur living in the present" (LaoTzu)
    • AABBCC wrote:

      Akhirnya ceritanya nyambung juga wkwkkw....
      Kirain udh layu sebelum berkembang hehehe..

      Ayo semangat bu... cerita lanjutannya ditunggu, jangan kelamaan, ntar udah keburu lupa detail2nya hihihi
      Ga lah, masih semangat koq buat lanjutin... Siap2 simak ya...

      Ramen wrote:

      Ga maen ts29 Bu swann, seru loh cerita nya kalo dibikin novel,,,hehee
      Saya ga bisa nulis novel kalau sengaja direquest bro, kudu nunggu wangsit dulu, hehehe...
      "The most blessed leader is one who loves the people, and -in return, they love him" (Mohammad PBUH)

      If ur depressed ur living in the past. If ur anxious ur living in the future. If ur at peace ur living in the present" (LaoTzu)
    • Chapter 5. Troller

      Ruby membuka matanya seiring dengan tersimpannya kembali goggle-nya dan inaktifnya portal ke travian world. Kelaparan seperti biasa tiap kali usai bertualang di travian world, Ruby mengambil sebotol jus jeruk dari lemari es. Ada pizza dingin sisa sore tadi tak luput pula ia lahap.

      Sambil duduk di sofa dan menghabiskan pizzanya, Ruby mengingat kembali yang baru saja ia lalui. Pertemuan yang membahas koordinasi HEA dan PB tak sampai membahas nama yang mereka sepakati. Ron memilih menangguhkan pembahasan soal nama karena lebih penting membahas koordinasi penempatan desa baru lebih dulu, dan yang lain pun tak mempermasalahkannya.

      Selesai tegukan terakhir jus jeruknya, Ruby beranjak ke lantai atas. Diketuknya pintu kamar Panjul, tapi tak ada jawaban dari dalam. Diputarnya handel pintu kamar Panjul, tak terkunci. Ruby tahu kebiasaan Panjul membiarkan kamarnya tak terkunci ketika ia tengah mengaktifkan portalnya ke travian land, berjaga-jaga sewaktu-waktu Ruby atau mamanya mencarinya.

      Ruby memasuki kamar Panjul. Dilihatnya Panjul duduk dengan goggle menutupi matanya. Ruby mengklik bracelet Panjul, dan muncullah sebuah tampilan hologram
      “Server 5, status: active
      In-game nick: Troller”

      Ruby tertawa kecil membaca nama yang Panjul gunakan. Ia pernah meledek adiknya di awal waktu Panjul menggunakan nama itu.

      “Hey Jul,” seru Ruby ketika itu. “Kau pikir Troller itu penggambaran yang tepat untuk menggantikan nama Panjul?”

      Secara anatomis, Panjul itu bentuk kepala yang menonjol di belakang. Umumnya orangnya cerdas, dengan pembawaan ceplas-ceplos yang kadang bisa memicu emosi orang yang mendengarnya. Trolling (mengunggah pesan atau komentar yang iritatif dengan tujuan memprovokasi respons atau membuat pihak lain kesal) itu kebetulan juga kebiasaan Panjul, selaras dengan julukan Panjul yang Ruby berikan. Ketika Panjul membantu sang kakak di server 7, ia membangun sebuah desa di dekat bakal keajaiban dunia di 100/100, lalu memberi nama dan profil yang berlebihan menyanjung leader kuadran lain, yang sebenarnya bermaksud sebagai sindiran. Try adik Ken segera mengarahkan catapult-nya karena mengira Panjul adalah pendukung kuadran lain di jantung NE. Tak banyak memang yang bisa memahami gaya sarkastik atau gaya bercanda yang aneh dari Panjul, sehingga sering emosi duluan mendengarnya. Panjul pun sangat menikmati aktivitas flaming dan trollingnya di media. Hanya Ruby dan keluarga kecilnya yang bisa tertawa dengan absurditas gaya Panjul tersebut. Dan Panjul memilih Troller sebagai nama yang merepresentasikan kegemaran trolling tersebut.

      “Jul, you know what?” Ruby melanjutkan ledekannya. “People often make mistakes assuming that someone who trolls is called a troller, when really, there is no such thing,” ledeknya. “Someone who trolls is correctly called a troll…” Ruby tertawa, puas bisa menemukan kesalahan Panjul si grammar nazi.

      Panjul tak berkomentar. Yang ia lakukan hanyalah memasang gambar petugas pengumpul kereta dorong (trolley) di depan pintu kamarnya, seolah ingin meledek balik ke Ruby, “Nama saya Troller, saya seorang petugas pengumpul trolley, bukan orang yang gemar trolling di media -meskipun kadang saya lakukan itu, saya tidak salah tulis, dan saya masih tak bercela dalam menyandang titel grammar nazi…”

      Ruby tertawa melihat cara adiknya ngeles. Ia pun sadar, susah memang untuk bisa mengalahkan adiknya dalam adu argumen...

      •••

      Ruby tak mengajak adiknya dalam pertemuan koordinasi dengan PB, karena ada tugas tersendiri yang ia emban. Sejak awal melihat bendera yang berkibaran di timur laut, Ruby tahu pasti akan kebutuhan masuknya keluarganya ke berbagai mansion besar di timur laut. Dengan itu mereka bisa menilai mampukah menyatukan hati mereka untuk tujuan yang sama, atau haruskah menundukkan mereka dengan pedang. Panjul dengan bakatnya sebagai NOC (non-official cover) berusaha mengetuk pintu Dealer. Tapi ia segera balik kanan. “Gila aja Mbak, penjaga gerbangnya minta ID card kita di real world,” teriak Panjul waktu itu. “Pelanggaran privacy ini mah, registrar aja ga pernah minta sejauh ini,” lanjut Panjul bersungut-sungut.

      Ruby dan Panjul tak berusaha lebih keras untuk memasuki mansion itu. Sebuah catatan mereka bubuhkan, mansion Dealer dengan eksklusivitasnya sangat mungkin memunculkan kesulitan untuk disatukan hatinya nantinya.

      Maka mereka pun beralih ke Unity, mansion terbesar di timur laut. Helmy sebenarnya sudah lebih dulu memasuki mansion itu, dan berhasil mengindra rapuhnya kepemimpinan di mansion itu. Dari tiga nama yang tertulis sebagai penanggung jawab mansion, dua di antaranya tak pernah lagi terlihat mengunjungi mansion, desanya pun terbengkalai. Sementara satu yang masih sering terlihat di mansion, seringnya hanya mengurung diri di kastilnya, tanpa berinteraksi dengan anggota mansion lainnya. Tak ada pertemuan atau koordinasi apapun yang dilakukan. Semakin yakinlah Ruby bahwa kelompok ini bukan preformed alliance, dan sudah pasti hanya akan jadi buih tanpa manajemen. Ruby memutuskan bahwa satu-satunya cara untuk menyatukan Unity dalam satu visi timur laut adalah dengan mengambil alih kepemimpinannya. Namun Helmy kurang kuat figurnya untuk turut menentukan arah kelompok itu. Berbeda dengan Troller yang memiliki desa-desa yang tertata dan kuat. Panjul pun mengetuk pintu Unity, bergabung ke dalamnya dengan membawa pesan kakaknya, “Curi dan raih leadership di sana, satukan visi misi agar bisa satu manajemen dengan kita, demi timur laut…”

      Dan malam itu, ketika Ruby, Dicky, dan Laras tengah berdiskusi dengan perwakilan PB, Panjul sibuk pula berdiskusi dengan teman-teman barunya di mansion Unity.

      •••

      Ruby baru saja akan meninggalkan kamar Panjul ketika satu bunyi klik menandai putusnya koneksi Panjul ke travian world. Ruby pun mengurungkan niatnya.

      “Hey mbak,” panggil Panjul demi melihat kakaknya berada di kamarnya, sambil menyimpan kembali unit pembuka portal ke bracelet nya. “Sudah selesai pertemuan dengan PB?”

      Ruby mengangguk. “Bagaimana kabar Unity?”

      “Boleh dibilang kosong dari segi kepemimpinan dan manajemen, Mbak,” sahut Panjul. “Tebak siapa di antara mereka yang prihatin lalu berinisiatif mengumpulkan para anggota dalam sebuah ruang diskusi?”

      “Kupikir kamu, Jul,” tebak Ruby.

      “Bukan,” sanggah Panjul. “Wardah. Mbak ingat?”

      Ruby tertawa. “Galia raider itu,” komentarnya, “yang sekarang kapok merampok ladang-ladang teuton kita itu ya… Dia mengambil alih kepemimpinan di sana sekarang?”

      Panjul menggeleng. “Dia hanya mengumpulkan mereka. Diskusi di sana masih seputar perkenalan, tak ada koordinasi yang kuat. Tak dinafikan banyak individu yang menjanjikan di sana, tapi masing-masing mengembangkan desanya sendiri-sendiri.”

      “Tak ada pembicaraan seputar rencana penataan desa-desa baru?” selidik Ruby lagi.

      Panjul kembali menggeleng. “Kalau dilihat dari besarnya desa-desa mereka, bisa jadi sudah ada yang siap untuk membangun desa baru Mbak… Tapi sepertinya juga akan bergerak sendiri-sendiri… Tadi sudah dibahas teknis pengaturan desa kedua bersama PB kan Mbak?”

      “Sudah Jul,” sahut Ruby. “Siapa pun yang akan memberangkatkan imigrannya akan melaporkan di ruang koordinasi, jadi dipastikan tidak akan ada dua orang mengarahkan imigrannya ke lokasi yang sama. Kau bisa usahakan cari tahu di sana siapa akan menempati lokasi yang mana? Aku khawatir kalau keluarga kita atau teman-teman PB gagal menempati desa baru karena bentrok dengan mereka…”

      “Entahlah Mbak,” sahut Panjul mengambang. “Sebaiknya kita bersegera saja. Om Dicky dan temanmu itu sudah siap untuk menempati desa baru besok kan Mbak?”

      Ruby mengangguk. “Dicky akan mengambil ladang terdekat dari bakal keajaiban dunia untuk mengamankan area itu. Laras akan tetap di area sentral.”

      “Baguslah kalau begitu,” tanggap Panjul. “Semoga besok pagi kita bisa siap lebih dulu, jadi lokasi incaran kita bisa diamankan.” Seperti Ruby, Panjul pun tahu pasti bahwa mengamankan dua lokasi itu berarti mengamankan keajaiban dunia dan artefak spesial nantinya sesuai visi mereka.

      Selesai diskusi mereka, Ruby pun pamit dan membiarkan Panjul istirahat. Ia sendiri pun butuh tidur, mengingat agenda besok cukup besar.

      Dan malam itu, ketika Ruby dan Panjul tengah terlelap, satu indikasi muncul bahwa kutukan lebih berat ke Laras dan bukannya ke Felix. Di server 5 travian land, barat daya berhasil menjadi yang pertama menempatkan imigrannya mendirikan desa kedua. Sebuah desa dengan ladang terluas dan oasis paling subur telah diklaim menjadi milik MF, nama baru yang dipakai Valkyrie, sang malaikat bertanduk.

      •••
      "The most blessed leader is one who loves the people, and -in return, they love him" (Mohammad PBUH)

      If ur depressed ur living in the past. If ur anxious ur living in the future. If ur at peace ur living in the present" (LaoTzu)
    • di chapter ini saya masih asik asik nya bergosip di WA sama ke 3 saudara kembar saya (Wisnu , Andre & Nuno ) dan ga ngurus maps hahahahaha masih samar samar baca cerita , hampir paham , teruskan mak , ntar ta pijetin
      Server 5 Addicted


      14th (Ss 5) | EneMieS (Ss 6) | Renaissance (Ss 7) | Cheval Blanc (Ss 8) | REDQUEENs (Ss 9)

    • De Renaissance wrote:

      di chapter ini saya masih asik asik nya bergosip di WA sama ke 3 saudara kembar saya (Wisnu , Andre & Nuno ) dan ga ngurus maps hahahahaha masih samar samar baca cerita , hampir paham , teruskan mak , ntar ta pijetin
      yuk ts29 . . . .
      SKYLE s2 ss3 BKR #1(thanks om kim)
      Zackfoe comx 2010(hibah anton fuh)
      Final tournament 2015 Kopassus #24 ID AKL
      Axwell ts3 ss ? ( babu early :( ) RAP
      Math ts6 ss? Klimix
      The Raptors ts3 ss? RAP


      -R-