Struggle of The Heart [new story]

    Important reminder! On Tuesday, 28th August 2018 at 10:00 UTC we will ask you to accept the new Terms and Conditions while logging in your game account. Only the owner of the account will be able to accept them. The sitters won't be able to enter the account until the owner accept them.

    More information here.

    • New

      Chapter 7. Oyode

      Pasca mencak-mencaknya Sulung, Ruby mencari Panjul. Seperti biasa, di ruang perpustakaan rumah mereka.

      “Jul, imigran Sulung gagal menempati desa baru karena keduluan Oyode,” papar Ruby. “Dirimu ga aware kapan dan ke mana dia memberangkatkan imigrannya?”

      “Duh, maaf mbak, aku ga dapat infonya sebelumnya,” sesal Panjul. Ia ingat pembicaraannya malam itu dengan Ruby, ketika Ruby sudah memintanya mencari tahu ke mana imigran anak-anak Unity diarahkan, tapi ia tak berhasil mendapatkannya.

      “Ya sudah, toh sudah kejadian ini,” komentar Ruby. “Tapi Sulung marah besar. Ruby khawatir ini awal gesekan sesama timur laut…” Ruby ingat tadi ia dan Ron berusaha menurunkan emosi Sulung agar alih-alih berperang, lebih baik mencari peluang sinergi bersama Oyode untuk kemajuan timur laut.

      “Ini Oyode yang sama dengan Oyode di tempat kita evaporate sebelumnya mbak?” selidik Panjul.

      “Iya,” sahut Ruby singkat.

      “Berarti seharusnya dia juga akan berjuang untuk timur laut dong mbak, sayang kalau harus war,mending sinergi aja,” masukan Panjul yang Ruby iyakan. Sesaat kemudian, Panjul tercenung sejenak, lalu tiba-tiba mencetus, “Eh, kalau benar dia turut evaporate bersama kita dan Rhesus kemarin, dia bukan bagian gank Felix kan mbak?”

      Ruby menghela nafas. “Nah itulah yang harus kita pastikan…”

      •••

      Ruby ingat, di hari-hari awal travian land dibuka, ia sempat berpapasan dengan Oyode di pasar. Mereka sama-sama sibuk berbelanja kebutuhan pengembangan desa mereka.

      “Hey, Oyu? Di sini juga?” sapa Ruby waktu itu.
      “Iya By, Oyu evaporate juga,” sahutnya.
      “Selalu timur laut Yu?”
      Oyode tertawa. “Diajak Voo sebenarnya. Tapi ga dikasih tau kuadrannya. Jadilah daftar timur laut. Eh ternyata pada kumpul di barat daya ya…”

      Deg, Ruby tersentak. Oyode diajak Voo? Pikirannya melayang ke beberapa waktu sebelumnya di ruang besar Rhesus, ketika Ruby membantu Felix menyusun rencana defens menghadapi barat laut dan Hantu. Ketika itu ia memplot Voo untuk bersiaga penuh, dan kalimatnya langsung dipotong Felix disertai tatapan tak suka Felix ke Ruby. Ruby heran, tapi tak berkomentar.

      “Voo itu defender utama kita By,” terang Felix setelah tersisa mereka berdua di ruang itu. “Aku bahkan sengaja tak pernah menampilkannya di ruang ini. Aku tak ingin ada yang tahu peran pentingnya, agar tak ada yang menargetkan dia jadi dia bisa fokus membantu defens teman-teman semua. Aku mengenalkan Voo padamu hanya agar kamu bisa menej defens dengan mudah By…”
      Ruby manggut-manggut mendengarnya.

      Maka ketika tiba-tiba seorang Oyode menyebut nama Voo, Ruby tersentak. Nama yang bisa jadi seisi travian land tak menyadari bahwa dia ada, tapi Oyode menyebutnya dengan ringan laiknya benar-benar teman dekat. ‘Oyode berada di lingkaran terdekat Felix?’ itu yang terbetik di pikiran Ruby.

      “Oyu kenal Voo?” selidik Ruby.
      “Iya, sering kontak-kontakan,” sahut Oyode.
      “Hmm,” gumam Ruby. Lalu hening sesaat.

      “Ruby juga di timur laut, Yu, bukan di barat daya” lontar Ruby mencoba mengetes respons Oyode.
      “Wah, pakai alias apa By?”
      “Kaya.”
      “Ok deh, kita coba lagi kali ini, semoga lebih baik dari sebelumnya…”

      'Ini jawaban seorang loyalis kuadran,’ batin Ruby. Tapi Ruby masih ingin memastikan lagi. “Oyu, Ruby intip desa-desa Oyu dong,” cetusnya. “Boleh?”

      “Aduh ga enak, By, masih berantakan,” kilah Oyode. “Belum punya kekuatan pasukan yang berarti…”

      “Haha, sama aja koq sama Ruby,” timpal Ruby. “Mau intip Unity sih sebenarnya,” lanjut Ruby, lagi-lagi memancing. “Ruby kan pencari prospek penyatuan kuadran…”

      “Hahaha,” Oyode tertawa. “Dua hari lagi ya, kalau dah agak rapian kalau Ruby mau berkunjung…”

      Itu pertemuan pertama Ruby dengan Oyode di tempat baru ini. Kesan awal Ruby mengisyaratkan bahwa anak itu bisa diajak bekerja sama untuk kemajuan kuadran. Itu juga yang membuatnya berusaha meyakinkan Sulung agar tidak membuang-buang energi untuk perang yang tak perlu.

      Tapi Ruby juga menimbang laporan Panjul, “Unity ternyata punya hubungan gencatan senjata dengan aliansi di tenggara mbak…” Itu, ditambah dengan fakta bahwa ladang yang Oyode ambil benar-benar di perbatasan dengan tenggara, juga hubungan Oyode dan Voo… Ruby mulai sangsi…

      •••

      “Oyu, dah desa kedua ya. Selamat ya,” sapa Ruby. Akhirnya ia putuskan juga untuk menemui Oyode.

      “Hahaha, Ruby juga,” timpal Oyode. “Di area Natar pula, keren eh…”

      Gantian Ruby yang tertawa.

      “Eh By, itu RED sudah gabung semua ya? Sulung barusan kirim pesan ajak gabung…” Oyode membuka topik baru.

      “Sulung ya,” komentar Ruby. “Nabrak angin tuh dia gegara Oyu ambil ladang itu.”

      “Owh keduluan ya,” Oyu terlihat prihatin. “Habisnya di timur laut kayaknya dikit banget ladang dengan bonus oasis 150%...”

      “Iya, hanya 3 yang dekat kalau tak salah, selebihnya di ujung dunia,” timpal Ruby yang disambut tawa Oyode. “Trus pesan Sulung direspon apa Yu?”

      “Sementara Oyu di Unity saja dulu,” sahut Oyode. “Nggak enak juga kalau keluar lalu pindah.”

      “Memang gimana di Unity Yu?”
      “Belum terlalu kelihatan sih, masih sibuk masing-masing nampaknya...”

      “Ruby lihat Unity ada sekutuan ke tenggara Yu?”
      “Masa? Perasaan Unity rekrut timur laut koq.”
      “Iya tapi ada gencatan senjata dengan GG di tenggara.”
      “Oh itu mereka yang nawarin, By. Diterima begitu saja nampaknya sama pendiri aliansi.”

      “Pendiri atau pemimpin aliansi siapa Yu? Barangkali bisa Ruby ajak diskusi.”
      “Pada nggak aktif sekarang, Oyu teruskan pesan Sulung saja belum ada respons dari mereka. Dari tiga leader, satu ternyata bahkan sudah evaporate pagi ini, hahaha”

      Ruby pun tertawa. Di benaknya, semakin kuat keyakinannya untuk menyatukan Unity, termasuk Oyode dalam satu manajemen untuk kekuatan timur laut. Obrolan mereka terhenti oleh kedatangan seorang kurir yang menyerahkan surat untuk Oyode.

      “Oyu salah tangkap rupanya,” komentar Oyode. “Sulung hanya ajak Oyu personal berteman, kirain ajak satu aliansi sekutu… Ternyata maksudnya kerja sama buat end server ntar, kan Oyu punya ladang bonus 150%...”

      “Emang gimana bilangnya Yu?”
      Oyu menyodorkan suratnya. Ruby pun membaca komunikasi antara Oyode dan Sulung.

      'kita sama-sama di timur laut, apa ada kemungkinan bergabung untuk main bersama untuk timur laut? atau jika tidak, kita tentukan saja dengan saling menggeser satu sama lain…’ itu pesan Sulung.
      ‘saya teruskan pesannya ke petinggi aliansi dulu om, saya bukan penentu keputusan,’ jawaban Oyode.
      ‘bro salah mengerti. om ajak personal, bukan ajak Unity secara keseluruhan,” ini pesan yang baru saja datang.
      ‘oh, maaf. sekarang saya masih nyaman di sini, jadi tak apa di sini saja dulu. nanti juga akan gabung semua timur laut. eh, saya masih belum paham maksud menggeser satu sama lain itu apa…’

      “Waduh,” cetus Ruby tanpa sadar begitu membacanya. Mukanya pias.

      “Maksudnya apa coba?” tanya Oyode.

      “Entahlah, nampaknya bisa diartikan ancaman Yu,” keluh Ruby.

      Mendadak seolah terbentang jarak yang begitu lebar antara keduanya. Oyode seperti menyadari bahwa jawabannya bisa dimaknai oleh Sulung sebagai penolakan kerja sama, yang berarti frasa 'saling menggeser satu sama lain’ adalah opsi berikutnya.

      “Sorry ya By, Oyu nggak bisa kasih hak pengasuh untuk Ruby intip desa Oyu…” nada suara Oyode mendadak dingin. “Gapapa ya?”
      “Gapapa Yu, Ruby ngerti…” jawab Ruby, pasrah…

      •••
      "The most blessed leader is one who loves the people, and -in return, they love him" (Mohammad PBUH)

      If ur depressed ur living in the past. If ur anxious ur living in the future. If ur at peace ur living in the present" (LaoTzu)

      wbb.forum.travian.com/user/45099-swann/#about
    • New

      wow.... akhirnya lanjut juga bu hehehe..
      ayo semangat bu, perjalanan masih panjang wkkwkw..
      2 chapter banyak hal yang saya baru tau hahaha...
      Ternayata om aik sama babe pinter maen sandiwara ya hihihi
      Dan om sulung juga sastrawan kayaknya, kata2nya bermakna wkwkkww
    • New

      AABBCC wrote:

      wow.... akhirnya lanjut juga bu hehehe..
      ayo semangat bu, perjalanan masih panjang wkkwkw..
      2 chapter banyak hal yang saya baru tau hahaha...
      Ternayata om aik sama babe pinter maen sandiwara ya hihihi
      Dan om sulung juga sastrawan kayaknya, kata2nya bermakna wkwkkww
      wah om sunset apa kabar? :D

      Lama-lama seru juga neh novelnya phi, kayak nostalgia hahaha :thumbup: .
      Lanjutkan .... :thumbsup: