Struggle of The Heart [new story]

    • swann wrote:

      seperti yang phi janjikan, chapter baru phi unggah, dengan ada cerita di dalam cerita. untuk tulisan dengan jenis font berbeda, itu berarti kisah yang ada di dalam jurnal yang Ruby warisi, yakni jurnal dengan tulisan tangan Swann.

      sebagai catatan saja, di buku 2 SoTH ini, phi sengaja membedakan Swann dan Ruby sebagai dua karakter yang berbeda. Swann adalah pemilik jurnal yang kemudian secara kebetulan jurnal itu sampai di tangan Ruby dan menjadi pegangan bagi Ruby. Swann dengan kisahnya yang tertulis di jurnal dianggap berlatar waktu tak diketahui, Ruby hanya mengetahuinya itu adalah kisah jauh di masa lalu, di travian world entah di mana. (in fact, it was a com server in 2010). Sengaja phi tulis sebagai karakter yang berbeda, untuk menegaskan perbedaan karakter di kedua masa itu seperti halnya kedua female lead di PoTC: Keira/Swann phi gambarkan sebagai pemilik jurnal, dan Ruby merepresentasikan Kaya/Carina yang mewarisi jurnal tersebut. #dilarangprotes #imthewriter #smug lol

      dan seperti phi pernah sampaikan juga, jika di buku 1 lebih dominan berisikan keprihatinan akan kultur bermain di indo, buku 2 akan lebih banyak berisi bagaimana kultur ideal yang menurut phi seharusnya kita bawa di sini. jadi jika buku 1 boleh dibilang 95% drama, 5% pelajaran tentang teknik bermain, maka buku 2 ini akan lebih banyak bicara mengenai teknik/skill/pelajaran yang bisa diambil. tenang, masih akan ada drama juga meski mungkin tak akan melebihi 75% porsinya. jadi phi juga berharap, selain komen konten cerita/dramanya, jika ada masukan atau tanggapan tentang pelajaran-pelajaran yang bisa diambil dari chapter demi chapter, itu pasti akan memperkaya novel ini. sambil phi coba kumpulkan kembali file-file guide lama, arsip spreadsheet atau gdocs, agar bisa diringkas dalam trit panduan, sebagian ringkasan, quote, maupun hasil diskusi di trit ini juga nantinya akan phi masukkan dalam trit guide tsb

      doakan saia sehat2 terus yaa... ;) tenkyuu...
      sangat ditunggu panduannya agar generasi muda mampu meneruskan travian yg asik
    • Setuju bu, guide bermain harus terus dilestarikan...
      Beruntung punya ibu dokter yang benar2 "perfeksionis" dan punya om pannjul yang seperti perpustakaan berjalan..
      Saya banyak belajar dari mereka dan juga teman2 lainnya.. :thumbsup: :thumbsup: ..

      Semangat bu... semoga tetap sehat dan punya waktu luang di sela-sela kesibukan barunya... :thumbup:
    • AABBCC wrote:

      Setuju bu, guide bermain harus terus dilestarikan...
      Beruntung punya ibu dokter yang benar2 "perfeksionis" dan punya om pannjul yang seperti perpustakaan berjalan..
      Saya banyak belajar dari mereka dan juga teman2 lainnya.. :thumbsup: :thumbsup: ..

      Semangat bu... semoga tetap sehat dan punya waktu luang di sela-sela kesibukan barunya... :thumbup:
      <3 dan punya 2 manusia paling sabar seperti om dicky dan babe didi <3 , kalau panjul lebih tepat nya dukun milenial hahahaha
      Server 5 Addicted


      14th (Ss 5) | EneMieS (Ss 6) | Renaissance (Ss 7) | Cheval Blanc (Ss 8) | REDQUEENs (Ss 9)

    • AABBCC wrote:

      Setuju bu, guide bermain harus terus dilestarikan...
      Beruntung punya ibu dokter yang benar2 "perfeksionis" dan punya om pannjul yang seperti perpustakaan berjalan..
      Saya banyak belajar dari mereka dan juga teman2 lainnya.. :thumbsup: :thumbsup: ..

      Semangat bu... semoga tetap sehat dan punya waktu luang di sela-sela kesibukan barunya... :thumbup:
      itu teh laras yg dri jogja ya ?
    • New

      ryuriza_ID wrote:

      AABBCC wrote:

      Setuju bu, guide bermain harus terus dilestarikan...
      Beruntung punya ibu dokter yang benar2 "perfeksionis" dan punya om pannjul yang seperti perpustakaan berjalan..
      Saya banyak belajar dari mereka dan juga teman2 lainnya.. :thumbsup: :thumbsup: ..

      Semangat bu... semoga tetap sehat dan punya waktu luang di sela-sela kesibukan barunya... :thumbup:
      itu teh laras yg dri jogja ya ?
      balik ke kandang.. ngapain sampai kemari. msh blm nyampe fantasimu nak :whistling:
    • New

      -A Skylit Drive-_ID wrote:

      ryuriza_ID wrote:

      AABBCC wrote:

      Setuju bu, guide bermain harus terus dilestarikan...
      Beruntung punya ibu dokter yang benar2 "perfeksionis" dan punya om pannjul yang seperti perpustakaan berjalan..
      Saya banyak belajar dari mereka dan juga teman2 lainnya.. :thumbsup: :thumbsup: ..

      Semangat bu... semoga tetap sehat dan punya waktu luang di sela-sela kesibukan barunya... :thumbup:
      itu teh laras yg dri jogja ya ?
      balik ke kandang.. ngapain sampai kemari. msh blm nyampe fantasimu nak :whistling:
      ampun om
    • New

      Roman Picisan wrote:

      Pembelajaran seputar teknik dan skill kiranya sangat penting diwariskan utk menjaga eksistensi travian word agar tidak sepi ketika banyak pemain senior yg berhenti bermimpi akan keajaiban dunia.
      Terlebih lagi banyak godaan utk beralih ke dunia lain yg menawarkan kesenangan tanpa harus begadang mengamati pedang merah yg bertaburan.. :D
      Ini sekali lagi contoh yg perlu diomeli krn quote tanpa diedit :d

      Semoga bisa phi selesaikan ya proyeknya. Buat para senior dimohon bantuannya juga utk tambahan materi nantinya

      De Renaissance wrote:

      AABBCC wrote:

      Setuju bu, guide bermain harus terus dilestarikan...
      Beruntung punya ibu dokter yang benar2 "perfeksionis" dan punya om pannjul yang seperti perpustakaan berjalan..
      Saya banyak belajar dari mereka dan juga teman2 lainnya.. :thumbsup: :thumbsup: ..

      Semangat bu... semoga tetap sehat dan punya waktu luang di sela-sela kesibukan barunya... :thumbup:
      <3 dan punya 2 manusia paling sabar seperti om dicky dan babe didi <3 , kalau panjul lebih tepat nya dukun milenial hahahaha
      @om Dicky: amiin... mksh pak. nanti proyek tulisan ini juga tribute to perpustakaan berjalan ini

      @iya tuh, sunset yg paling altruis di antara semuanya. eh, dukun milenial? dirimu aja yg males baca palingan, jadi nganggep dia dukun :d

      ryuriza_ID wrote:

      itu teh laras yg dri jogja ya ?
      hayoo... bro kena remedial kudu baca lagi dari chapter awal novel Lil happy family, trus dari chapter awal buku 1 novel ini... hehehe

      -A Skylit Drive-_ID wrote:

      ryuriza_ID wrote:

      itu teh laras yg dri jogja ya ?
      balik ke kandang.. ngapain sampai kemari. msh blm nyampe fantasimu nak :whistling:
      koq mbok omehi toh ra? lha mbok ben e
      drpd komenmu ndak berhubungan ma novelnya blass...


      dear all,
      mohon bantuannya ya, untuk:
      - edit dulu quote sblm balas, jadi cukup quote yg mmg akan dikomentari, agar ga terlalu panjang dan menyulitkan yg baca berikutnya
      - kasi jempolnya di post nya juga selain di komen ya, hehehe... (mumpung Panjul sedang ilang, jadi aman saia dari celaan 'fakir likes' hihihi... #tutupmuka
      - buat para senior yg memiliki masukan atau referensi utk guide yg bisa nanti ditulis, mohon berkenan berbagi ke phi yaa... tks

      dan buat @Xaviera
      - bisa ndak ya tombol buat klik 'edit', 'quote' dan 'suka' di tampilan mobile dipindah ke bawah post, biar sama kek tampilan di PC, soalnya nyusahin saia dapet likes krn pada males ngegulung layar ke atas lagi ixixix... becanda tar, nyusahin edit yg jelas, kudu scroll ke awal chapter, apalagi pas chapternya panjang >,<
      tenkyuu...
      "The most blessed leader is one who loves the people, and -in return, they love him" (Mohammad PBUH)

      If ur depressed ur living in the past. If ur anxious ur living in the future. If ur at peace ur living in the present" (LaoTzu)

      wbb.forum.travian.com/user/45099-swann/#about
    • The Candidate

      New

      Chapter 10. Ketua

      Part one. The Candidate

      “Nah, karena berasal dari beberapa latar belakang, tentu aliansi ini butuh 1 pemimpin yang bisa didengar semua, yang menjadi rujukan ketika ada sengketa di internal anggota, juga yang menentukan sikap 1 aliansi secara keseluruhan ketika berhubungan dengan aliansi lain. Ini struktur pertama yang harus disepakati bersama: leader RED.” Ruby ingat kata-katanya malam sebelumnya tentang agenda pertama yang harus RED bahas selanjutnya.

      Ia merasa perlu mengetahui siapa saja sosok leader sebelumnya di ESA serta rencana manajemen (penataan wing, anggota, dll) dari pihak mereka. Di benak Ruby, jika memang mereka memiliki konsep yang bisa memuaskannya, ia tak merasa perlu untuk harus turun tangan menjejalkan konsep di jurnalnya ke semuanya. Ruby pun membahas hal itu bersama Ron.

      “Jangan saya deh Mbak,” tampik Ron. “Saya sudah lama bareng ESA, tapi biasanya bantu-bantu aja. Om Sulung, Eken, Babeh, itu yang para senior…”

      Ruby agak khawatir mendengar nama Sulung disebut. Emosinya yang mudah tersulut menurutnya akan mengkhawatirkan aliansi jika ia di posisi pemegang keputusan. “Menurut Ruby, pemegang keputusan tertinggi haruslah yang bisa mendengar dan didengar semua, dan punya peta seisi server ini, baik dalam maupun luar kuadran,” tandasnya. “Kami di HEA tidak ada yang memiliki kompetensi itu, Ron. Kalau dari ESA siapa kira-kira yang layak Ron?”

      “Menurut saya yang punya kapasitas itu Babeh dan Bro Eken, Mbak,” tanggap Ron. “Saya sarankan Bro Eken dibantu Babeh. Kita bahas lebih lanjut bareng semua nanti malam Mbak.”

      Ruby merasa lebih nyaman mendengarnya. Selanjutnya mereka berdua membahas kebutuhan pengurus aliansi dan karakter siapa-siapa saja yang kira-kira layak mengisinya sebagai bahan bahasan nanti malam. Ruby menegaskan ke Ron bahwa Defense Coordinator adalah tim, bukan perorangan, yang memegang data dan peta hammer dan defender di aliansi serta hammer lawan. Karena kunci dalam defens sebagai tim bukanlah pada banyaknya klon yang dipegang seseorang, melainkan pada manajemen data dan pengambilan keputusan.

      Ruby juga menegaskan pentingnya seorang manajer internal untuk seluruh RED, yang mengevaluasi seluruh data anggota, perkembangan dan pencapaian target mereka, sehingga pengambilan keputusan dan penyelesaian sengketa antar anggota terpusat, tidak ada standar yang berbeda meski anggota tinggal di mansion yang berbeda-beda. Koordinator mansion adalah semata pengurus harian untuk perkara teknis di dalam mansion, tapi tak boleh memberlakukan standar target, aturan, maupun sanksi yang berbeda dari mansion lainnya. Dan sekali lagi Ruby mengingatkan Ron bahwa EA tak bisa dilepas begitu saja tanpa penyamaan standar untuk seluruh RED.

      “Iya benar mbak,” tanggap Ron. “Tapi belum terlalu urgen membahas EA, nanti kita obrolin lagi.
      Sebenarnya nanti tinggal lihat saja bagaimana mereka begitu kita kasih target, jalan atau tidak…”

      Ruby pun mengiyakan. Seusai urusan di tempat Ron, Ruby beralih menemui Eken. Ia masih merasakan kecanggungan tiap kali berhadapan dengan Eken. Bayang-bayang server yang ia tinggalkan masih menyesakkan rasanya. Tapi mengingat nama itu yang Ron berikan, Ruby paksakan diri untuk menemuinya.

      •••

      “Bro Eken,” siapanya. “Bro leader tertinggi di RED kan ya?”

      “Saya hanya penyimak, Sis,” kilah Eken ditembak seperti itu. “Justru Sis yang sudah banyak pengalamannya… kagum saya sama Sis…”

      Ruby mengerutkan keningnya. Ia tak yakin yang Eken maksud dalam kalimat barusan memang Ruby. “Saya tak punya peta server ini, Bro, tak mungkin bisa lead ally. Menej internal masih bisa, tapi bukan lead ally…”

      Ruby masih trauma dengan tumpulnya bacaannya akan kondisi masing-masing kuadran di tempat sebelumnya, yang membuatnya gagal mengarahkan timur laut menjadi kekuatan yang kuat. Tapi Eken terus berkelit dengan mengatakan bahwa ia hanya membantu Ron di kastil Frea.

      Ruby kembali memaparkan mimpi keluarga kecilnya buat endgame timur laut, dan kebutuhan mereka akan leader untuk seluruh timur laut dari PB. Eken masih bersikukuh ia hanya membantu Ron.

      Ruby mulai putus asa. Tanpa adanya satu leader yang bisa menyatukan arah timur laut, ia khawatir cerita sebelumnya akan terulang kembali. Apalagi Dealer (EA) masih ia ragukan komitmennya untuk peleburan.


      “Dirimu bareng Ron di ESA sebelumya Pak?” Ruby mulai menggunakan panggilan 'Pak’ untuk Eken. Sebuah pemaksaan secara tak langsung agar Eken melibatkan diri lebih banyak dalam leadership. Eken hanya tersenyum. “Atau CNC?” Tanya Ruby lagi, yang juga hanya dijawab dengan senyuman.

      “Sis tetap semangat ya, dan juga semangatin teman-teman Sis,” ujar Eken akhirnya.

      Ruby melongo atas komentar tak nyambung itu.

      “Saya sedang berusaha menangkal politik yang bakal terjadi sama Sis,” lanjut Eddy. “Saya baca sis bakal dimanfaatin, saya sedang gali info.”

      Ruby makin melongo.

      Eken memaparkan betapa cerita Ruby dan Felix di server sebelumnya memunculkan kecurigaan sebagian pihak akan bermainnya Ruby untuk tim Felix. Tentu saja Ruby berang mendengarnya.

      “Saya percaya Sis,” Eken memotong omelan Ruby seraya tersenyum, “saya percaya motivasi Sis dan teman-teman…”

      Eken juga memaparkan betapa di belakang telah mulai bertiup isu bahwa Ruby bermain untuk tim FW, di tenggara. Kali ini Ruby tertawa getir. Aneh sekali pikirnya. Mengaitkan dirinya dengan SW masih mungkin, tapi dengan tenggara yang bahkan sama sekali tak pernah ia kenal? Ruby menepuk jidatnya. Ruby yang kuper saat itu benar-benar tak menyadari bahwa orang begitu mudah salah sangka karena betapa mirip namanya dengan Mrs. Alfa di tenggara: Ubhie.

      “Tenang sis, nanti saya akan cari info lebih lanjut dan berusaha menetralisir isunya,” ujar Eken.

      Ruby sumringah. “Dan kau tahu Pak?” tanyanya. “Tidak ada yang bisa lakukan peran seperti itu kecuali haruslah dia menjadi leader untuk seluruh RED…”

      Dengan rasa menang, Ruby meninggalkan Eken yang melongo.

      •••

      “Sebentar mbak,” tukas Panjul. Adegan selanjutnya ini adalah di perpustakaan, setelah Ruby membaca jurnal warisannya tentang Infamous. “Jadi nanti malam mbak tidak bisa ikut pertemuan membahas leader RED karena harus antar Mama ke dokter? Dan mbak minta aku, om Dicky, dan teman pembawa kutukannya itu mewakili mbak?”

      Ruby mengangguk.

      “Kita sudah fix ga akan ambil peran memimpin kan Mbak?” Panjul berusaha memastikan. “Cukup ikuti manajemen yang sudah ada, kita cukup fokus pada teknis persiapan infrastruktur dan support untuk arte dan endgame kan?”

      Ruby mengangguk lagi.

      “Termasuk untuk leader juga berarti?”

      Ruby tersenyum. “Iya, Eken kalau usul Ron. Ruby pikir tak masalah.”

      “Hmm, Eken ya…” Panjul bergumam. “Kamu yakin Mbak?”

      Ruby menatap Panjul dengan heran…

      •••
      "The most blessed leader is one who loves the people, and -in return, they love him" (Mohammad PBUH)

      If ur depressed ur living in the past. If ur anxious ur living in the future. If ur at peace ur living in the present" (LaoTzu)

      wbb.forum.travian.com/user/45099-swann/#about

      The post was edited 1 time, last by swann ().

    • New

      Setiap server walau pemain yang udah lama maen,tetep bakal ada intrik baru...gw penasaran maen sama emak q ini kalo kuadran nya waras bagaiman hahaha..

      Personifikasinya mantep beud
      Between white and black there is a gray

      Orang yang gak bisa liat orang laen senang pasti hidupnya di neraka